Liputan6.com, Jakarta - Self photo studio menjadi salah satu tren baru dalam cara masyarakat mengabadikan momen. Konsep foto mandiri ini mengubah fungsi studio foto yang sebelumnya identik dengan sesi formal seperti wisuda atau foto keluarga menjadi ruang untuk berekspresi, berkumpul, dan menciptakan pengalaman bersama.
Advertisement
Generasi muda kini memanfaatkan self photo studio untuk mengabadikan momen bersama teman, pasangan, keluarga, dan komunitas dengan suasana yang lebih santai. Konsep self photo studio memungkinkan pengunjung mengambil foto sendiri menggunakan peralatan studio profesional dan remote shutter tanpa bantuan fotografer.
Format tersebut memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menentukan pose, ekspresi, serta konsep foto sesuai keinginan. Aktivitas berfoto pun berkembang menjadi pengalaman yang melibatkan kreativitas dan interaksi antarindividu.
Founder dan CEO PT Karya Utama Yuwana sekaligus pendiri Kuy Studio, Billy Abraham, melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari pergeseran gaya hidup masyarakat. "Sekarang orang datang ke studio bukan hanya untuk mendapatkan foto yang bagus, tapi juga menikmati prosesnya," kata dia melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 31 Juli 2026.
"Mereka ingin bisa bebas berekspresi, bercanda, mencoba berbagai pose, dan menciptakan kenangan bersama. Pengalaman itu menjadi bagian yang sama pentingnya dengan hasil fotonya," ia menyambung.
Menurut Billy, pelanggan yang datang ke studio kini berasal dari latar belakang yang semakin beragam. Pasangan dan individu tidak lagi menjadi satu-satunya pengguna layanan tersebut. Organisasi mahasiswa, komunitas hobi, keluarga besar, hingga perusahaan juga memanfaatkan studio untuk mendokumentasikan momen kebersamaan.
Favorit Cosplayer
Komunitas cosplay menjadi salah satu kelompok yang cukup sering menggunakan layanan self photo studio. Ruang yang lebih privat membuat para cosplayer dapat menampilkan karakter yang diperankan secara lebih leluasa.
Mereka juga tidak perlu merasa terbatas oleh arahan fotografer sehingga dapat mengeksplorasi pose dan ekspresi sesuai konsep masing-masing. "Banyak cosplayer datang dengan kostum dan karakter yang sudah mereka persiapkan," kata Billy.
"Mereka merasa lebih nyaman karena bisa mengeksplorasi karakter tersebut dengan cara mereka sendiri. Kebebasan berekspresi menjadi pengalaman yang sulit didapatkan dalam sesi foto konvensional," imbuhnya.
Fenomena tersebut mendorong Billy mendirikan Kuy Studio pada 2021. Berawal dari satu studio di Kota Malang, bisnis itu berkembang hingga memiliki 12 cabang yang tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa dan Bali. Pertumbuhan tersebut mengikuti meningkatnya minat masyarakat terhadap konsep foto yang menawarkan kebebasan dan pengalaman berbeda.
Ragam Layanan
Kuy Studio kemudian menghadirkan berbagai layanan, mulai dari Self Photo Studio, Photobox, Passport Photo, hingga studio berkonsep Landscape. Layanan Landscape dirancang untuk memenuhi kebutuhan kelompok besar seperti komunitas, organisasi, dan keluarga yang ingin mengambil foto bersama dalam satu frame.
Kehadiran studio berkapasitas besar tersebut menjadi respons terhadap perubahan pola kunjungan pelanggan. Banyak pengguna kini datang dalam jumlah besar sehingga membutuhkan ruang yang mampu mengakomodasi seluruh anggota tanpa harus membagi sesi foto.
"Semakin banyak pelanggan yang datang secara berkelompok. Kami menghadirkan studio landscape agar mereka tetap bisa menikmati pengalaman foto bersama dalam satu ruang yang nyaman," ujar Billy.
Selama beroperasi, Kuy Studio telah melayani lebih dari 50 ribu pelanggan. Perusahaan tersebut juga mencatat rata-rata rating 4,9 dari lebih dari 22 ribu ulasan di Google Maps. Billy menyebut perkembangan bisnis tidak hanya bergantung pada jumlah cabang, tetapi juga kemampuan menjaga kualitas layanan.
Layanan Konsisten
Billy mengembangkan sistem operasional yang terstandarisasi dengan memanfaatkan pengalaman lebih dari tujuh tahun di bidang digital marketing dan pengembangan bisnis. Sistem tersebut membantu setiap cabang memberikan layanan yang konsisten kepada pelanggan.
"Kami percaya pertumbuhan bisnis bukan hanya tentang membuka banyak outlet, tapi juga memastikan setiap pelanggan mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan standar yang kami tetapkan," katanya.
Kuy Studio terus melakukan inovasi melalui pengembangan layanan, kolaborasi dengan content creator, dan strategi pemasaran berbasis data. Langkah tersebut dilakukan untuk mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin mencari ruang kreatif untuk mengekspresikan diri.
"Kami melihat peluangnya masih sangat besar karena masyarakat akan selalu ingin menyimpan kenangan. Yang berubah adalah cara mereka menciptakan pengalaman sebelum mendapatkan hasil akhirnya," tutup Billy.