Ini Panduan Baca Kode Warna Lengkap di Google Maps Biar Enggak Kena Macet

Berikut cara sederhana membaca kode warna di Google Maps agar kamu enggak terjebak macet.

oleh IskandarDiterbitkan 04 Agustus 2026, 08:00 WIB
Aplikasi Google Maps. Liputan6.com/Iskandar

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai salah satu aplikasi navigasi paling populer, Google Maps terus menghadirkan pembaruan yang memanjakan pengguna, mulai dari prediksi rute cerdas hingga informasi lalu lintas secara real-time.

Salah satu fitur terpenting yang kerap menjadi penentu kenyamanan perjalanan adalah sistem indikator warna di dalam peta.

Memahami arti warna-warna ini membantu pengemudi memprediksi durasi perjalanan, menghindari penumpukan kendaraan, dan memilih rute alternatif dengan lebih tepat.

Saat fitur lalu lintas diabaikan atau informasi traffic belum tersedia di suatu wilayah, sebagaimana dikutip dari BGR, Selasa (4/8/2026), Google Maps akan menampilkan jalanan dalam balutan warna abu-abu:

  • Abu-abu Muda: Menandakan jalan lokal, jalan pemukiman, atau gang.
  • Abu-abu Tua: Menunjukkan jalan utama, jalan raya, hingga jalan tol.
  • Garis Diagonal Abu-abu: Menandakan jalur terowongan bawah tanah.
  • Garis Ganda Bergaris Tegak Lurus: Representasi visual untuk jalur kereta api.

 

Membaca Kode Warna Lalu Lintas

Untuk mengaktifkan informasi lalu lintas, pengguna cukup mengetuk tombol Layers (Lapisan) di layar utama, lalu memilih opsi Lalu Lintas (Traffic). Setelah aktif, Google Maps akan menampilkan tingkat kepadatan jalan melalui beberapa indikator warna:

1. Hijau: Lancar Jaya

Skenario terbaik dalam perjalanan. Warna hijau menandakan arus lalu lintas bergerak tanpa hambatan. Pengguna dapat melaju dengan kecepatan normal tanpa kekhawatiran mengalami keterlambatan.

2. Kuning & Oranye: Padat Merayap

Warna ini mengindikasikan bahwa kendaraan masih bergerak, tetapi kecepatannya melambat di bawah batas normal.

  • Kuning: Menandakan kepadatan ringan hingga sedang.
  • Oranye: Menandakan kemacetan yang lebih rapat (stop-and-go di beberapa titik).

 

Tips Tambahan

3. Merah & Merah Tua: Peringatan Kemacetan Parah

Ini adalah sinyal bagi pengemudi untuk bersiap menghadapi potensi kemacetan hebat yang kerap disebabkan oleh penumpukan volume kendaraan, proyek perbaikan jalan, atau kecelakaan.

  • Merah Standar: Menandakan arus kendaraan yang tersendat (stop-and-go).
  • Merah Tua (Gelap): Peringatan tingkat lanjut. Menunjukkan lalu lintas yang benar-benar berhenti total dan potensi penundaan waktu tempuh yang signifikan.

4. Biru: Petunjuk Rute Navigasi

Berbeda dengan warna lainnya, biru tidak menggambarkan kepadatan lalu lintas, melainkan petunjuk rute perjalanan:

  • Biru Tua: Menandakan rute utama yang dipilih.
  • Biru Muda: Menunjukkan rute alternatif yang disarankan oleh sistem untuk menghindari titik macet.

Tips Tambahan: Jika jalur yang kamu lewati mulai didominasi warna merah atau merah tua, perhatikan rute berwarna biru muda di sekitar. Google Maps secara otomatis akan menawarkan jalur alternatif tersebut untuk menghemat waktu perjalanan kamu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya