Geger Penemuan Mayat Wanita Lansia di Parit Sukabumi

Penemuan mayat lansia di parit membuat gegera warga Kampung Jeungjing, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 03 Agustus 2026, 07:57 WIB
Petugas mengevakuasi mayat lansia yang ditemukan di parit Kampung Jeungjing, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Liputan6.com, Sukabumi - Warga Kampung Jeungjing, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan sesosok jasad wanita lansia di aliran air dekat pematang sawah atau parit, Minggu (2/8/2026) sekira pukul 14.00 WIB. Korban diketahui bernama Ma’ah (63), warga Jalan Siliwangi, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang buruh harian lepas bernama Ade saat sedang mengecek saluran air yang mengering akibat musim kemarau.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pengurus RT dan RW setempat, lalu diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja serta jajaran Polsek Sukaraja Polres Sukabumi Kota.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Iptu Ade Ruli Bachtiar, mengonfirmasi bahwa jajaran Polsek Sukaraja bersama tim Inafis dan piket fungsi langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

"Petugas piket Polsek Sukaraja bersama Bhabinkamtibmas segera mengecek lokasi penemuan jasad, mengamankan TKP, dan memasang garis polisi setelah menerima laporan masyarakat," kata Iptu Ade Ruli Bachtiar, Minggu (2/8/2026).

Awalnya, warga sekitar tidak ada yang mengenali identitas jasad tersebut. Namun, ketika jasad hendak dievakuasi ke dalam kantong jenazah, seorang warga bernama Hendri Suhendri datang untuk melakukan pengecekan karena anggota keluarganya dilaporkan belum pulang ke rumah selama beberapa hari.

Setelah dilakukan identifikasi wajah, dipastikan jasad tersebut adalah Ma’ah yang sebelumnya telah dilaporkan hilang ke Polres Sukabumi Kota sejak Jumat (31/7/2026).

"Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan sudah sedikit pikun, sehingga pernah beberapa kali tersesat dan sempat ditemukan," terang dia.

Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi untuk dijalani pemeriksaan medis luar oleh tim dokter.

"Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan," jelas Ade.

Laporan: Fira Syahrin

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya