Alasan Liverpool Sebaiknya Pertahankan Curtis Jones di Tengah Minat Inter Milan

Liverpool berada dalam dilema terkait Curtis Jones yang dibidik Inter Milan. Melepas gelandang lokal itu bisa membawa risiko besar.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 02 Agustus 2026, 15:22 WIB
Pemain Liverpool, Curtis Jones (tengah), dibayangi pemain Inter Milan Henrikh Mkhitaryan (kiri) dan Marcus Thuram dalam laga Liga Champions di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu, (10/12/2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool menghadapi keputusan sulit terkait masa depan Curtis Jones yang terus didekati Inter Milan pada bursa transfer musim panas. Gelandang jebolan akademi The Reds itu menjadi incaran klub Italia tersebut, tetapi kepergiannya berpotensi menimbulkan sejumlah masalah.

Inter Milan sudah beberapa kali mengajukan tawaran untuk Jones, namun Liverpool belum menerima proposal yang sesuai dengan valuasi mereka. Klub asal Merseyside itu meminta nilai transfer lebih dari 40 juta euro (sekitar Rp 822 miliar).

Di usia 25 tahun, Curtis Jones memasuki periode penting dalam kariernya setelah mencatat 228 penampilan bersama Liverpool sejak debut pada 2019. Keputusan melepas pemain lokal seperti Jones bukan perkara mudah karena ia memiliki peran penting di dalam maupun luar lapangan.


Keuntungan Jika Liverpool Lepas Curtis Jones

Di babak kedua, pada menit ke-49, Curtis Jones berhasil mencetak gol keunggulan untuk Liverpool atas Leicester City. (Paul ELLIS/AFP)

Penjualan Jones dapat memberikan keuntungan finansial bagi Liverpool, terutama jika sang pemain tidak memperpanjang kontraknya yang berakhir pada 2026. Dana transfer tersebut bisa membantu klub memenuhi kebutuhan lain dalam skuad.

Sebagai pemain jebolan akademi, Jones memiliki nilai buku nol sehingga seluruh pemasukan dari transfer akan tercatat sebagai keuntungan. Hal itu dapat membantu Liverpool menjaga kondisi keuangan sesuai aturan Profit and Sustainability Rules (PSR).

Selain aspek finansial, kepergian Jones juga membuka ruang bagi pemain muda lain untuk mendapatkan kesempatan. Liverpool bisa memberikan menit bermain lebih besar kepada talenta seperti Trey Nyoni atau mencari gelandang baru dengan karakter yang sesuai kebutuhan pelatih Andoni Iraola.

Akan tetapi, menjual Jones berarti Liverpool kehilangan pemain yang memahami budaya klub sejak usia muda. Kehadiran sosok lokal di ruang ganti memiliki nilai penting yang sulit digantikan oleh pemain baru.


Risiko Kehilangan Gelandang Serbabisa

Pemain Liverpool, Curtis Jones merayakan golnya ke gawang Leicester pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Anfield, Liverpool, Inggris, Jumat (27/12/2024) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Liverpool akan kehilangan salah satu pemain yang memenuhi status homegrown jika Jones pergi. Regulasi Premier League dan Liga Champions membutuhkan sejumlah pemain lokal dalam daftar skuad, sehingga kepergiannya bisa membuat klub harus mencari solusi baru.

Selain itu, kedalaman lini tengah Liverpool juga bisa berkurang. Jones mampu bermain di beberapa posisi dan memberikan opsi berbeda ketika tim membutuhkan pemain yang kuat menjaga penguasaan bola.

Lanjut Baca:

Kemampuan Jones menghadapi tekanan lawan juga menjadi aset berharga. Meski terkadang terlalu lama menguasai bola, ia memiliki kualitas untuk keluar dari pressing dan membantu tim mengontrol pertandingan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya