Chelsea Kalah dari Tottenham, Ini Evaluasi Xabi Alonso

Xabi Alonso mengakui Chelsea masih perlu banyak berbenah.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 02 Agustus 2026, 09:51 WIB
Xabi Alonso, Chelsea. (Dok. X @ChelseaFC)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Chelsea, Xabi Alonso mengungkapkan evaluasinya setelah Chelsea menelan kekalahan dari Tottenham Hotspur dalam laga pramusim. Pelatih asal Spanyol itu menilai The Blues masih perlu meningkatkan kemampuan dalam mengontrol penguasaan bola.

Chelsea kalah 1-2 dari Tottenham di Accor Stadium, Sydney, Australia, Sabtu (2/8/2026). Richarlison menjadi penentu kemenangan Spurs lewat gol pada detik-detik terakhir pertandingan.

Tottenham membuka keunggulan melalui Sandro Tonali. Namun Chelsea langsung menyamakan kedudukan setelah Estevao Willian menyambut umpan silang terukur Jamie Gittens di tiang jauh dengan tandukannya..

Masalah Tottenham bertambah pada awal babak kedua. Kevin Danso yang baru masuk setelah jeda mendapat kartu merah akibat pelanggaran terhadap Joao Pedro.

Di babak kedua, Chelsea unggul jumlah pemain setelah Kevin Danso mendapatkan kartu merah setelah tiga menit masuk ke lapangan. Unggul jumlah pemain, Chelsea langsung tampil menekan.

Namum, mereka justru kebobolan pada penghujung pertandingan. Richarlison mencetak gol kemenangan Tottenham setelah memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti.

Simak komentar Alonso selengkapnya di bawah ini.


Bukan Hasil yang Diinginkan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso memberikan instruksi saat melawan Juventus di Liga Champions. (AP Photo/Manu Fernandez)

Diwawancarai seusai laga, Alonso mengakui kekalahan tersebut bukan hasil yang diinginkan Chelsea. Namun, ia menegaskan bahwa pertandingan pramusim tetap menjadi bagian dari proses persiapan tim.

"Pertandingan berjalan intens dan kompetitif. Tentu saja kami ingin menang dan tidak ada yang senang dengan kekalahan ini. Namun, ini adalah pertandingan persiapan dan pramusim. Kami juga melewatkan beberapa peluang," ujar Alonso seusai laga.

"Babak pertama berjalan sangat kompetitif dan berimbang. Pada babak kedua, ketika mereka bermain dengan 10 pemain, kami sebenarnya sudah sangat dekat untuk mencetak gol."

Alonso juga mengapresiasi atmosfer pertandingan di Sydney. Menurutnya, laga seperti ini memberikan pengalaman penting bagi Chelsea sebelum memasuki musim kompetisi yang sebenarnya.

"Ini pertandingan pramusim yang bagus, dengan penonton yang luar biasa dan atmosfer yang hebat. Sayangnya, kami kebobolan pada menit-menit akhir dan akhirnya kalah," lanjutnya.


Masih Perlu Berbenah

Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, terlihat sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Meski demikian, Alonso mengakui Chelsea masih memiliki sejumlah aspek yang perlu dibenahi jelang digulirkannya musim kompetisi yang baru.

"Setiap pertandingan tentu membuat kami berpikir bahwa ada hal yang bisa dilakukan dengan lebih baik. Itu bagian dari proses, yakni belajar dari hal-hal yang sudah kami lakukan dengan baik maupun yang masih perlu diperbaiki," jelasnya.

Alonso tidak ingin terlalu fokus pada hasil pertandingan pramusim. Baginya, performa dan perkembangan pemain jauh lebih penting pada tahap persiapan seperti sekarang.

"Pada tahap seperti ini, wajar jika kami mengalami berbagai momentum dalam pertandingan. Hasil bukanlah hal yang paling penting. Yang lebih penting adalah performa," tuturnya.

"Banyak pemain bermain selama 75 menit, dan itu memang sudah menjadi bagian dari rencana kami. Kami menjalankannya sesuai dengan yang telah direncanakan."

Sumber: Football London

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya