Liputan6.com, Jakarta - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli membukukan pendapatan neto sebesar Rp 14,83 triliun pada semester I 2026, naik 55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,60 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan kinerja di seluruh lini usaha, terutama segmen institusi dan toko fisik.
Selain pendapatan yang meningkat, perusahaan juga mencatat perbaikan profitabilitas. Take rate naik dari 8,6% menjadi 9,0%, sementara rasio beban operasional terhadap total nilai transaksi (Total Processing Value/TPV) turun dari 7,2% menjadi 6,3%. Perbaikan efisiensi tersebut mendorong peningkatan margin EBITDA sebesar 170 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Advertisement
CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengatakan kinerja semester pertama menunjukkan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan tetap berjalan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
"Di tengah pola belanja konsumen yang semakin selektif dan persaingan pasar yang ketat, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sehat sekaligus terus meningkatkan profitabilitas. Kemajuan ini mencerminkan fokus kami pada pertumbuhan yang berkualitas, investasi yang disiplin, dan keunggulan operasional," ujar Kusumo di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh kontribusi seluruh ekosistem Blibli, mulai dari perdagangan ritel, bisnis institusi, jaringan toko fisik, hingga platform perjalanan tiket.com. Menurut Kusumo, integrasi berbagai lini bisnis menjadi keunggulan utama perusahaan karena menggabungkan teknologi, logistik, toko fisik, data pelanggan, serta berbagai merek dalam satu ekosistem omnichannel.
Lini Bisnis dan Ekspansi Layanan
Sementara itu, Chief Financial Officer (CFO) Blibli, Ronald Winardi, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja tidak hanya berasal dari pertumbuhan penjualan, tetapi juga disiplin dalam mengelola biaya operasional.
"Hasil semester pertama kami menunjukkan keberlanjutan kekuatan eksekusi kami, dengan pendapatan neto meningkat sebesar 55% secara tahunan, didukung pertumbuhan yang sehat di seluruh segmen usaha serta fokus pada kategori produk dengan marjin yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, penekanan berkelanjutan pada disiplin biaya dan efisiensi operasional telah memungkinkan kami semakin memperkuat profitabilitas," kata Ronald.
- Segmen Institusi: Menjadi salah satu motor pertumbuhan utama dengan kenaikan pendapatan neto 98% secara tahunan (year-on-year). Perseroan kini melayani sekitar 91.500 klien institusi, dengan rata-rata belanja per pelanggan meningkat 66% menjadi Rp 106 juta.
- Segmen Toko Fisik: Blibli menambah 36 gerai baru hingga akhir Juni 2026. Total operasional mencakup:
- 326 toko elektronik konsumen
- 14 toko elektronik rumah tangga
- 1 toko fesyen dan olahraga
- 60 gerai supermarket premium Ranch Market
- 38 pusat pengalaman rumah (home and living experience centers) Dekoruma
- Penguatan Layanan: Blibli meluncurkan fitur pengiriman "Prioritas" yang menjamin pesanan tiba mulai dari 30 menit setelah pembayaran selesai sebagai bagian dari penguatan layanan omnichannel.
Perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun 2026 sebesar 15%–20%. Target tersebut akan didukung melalui peningkatan efisiensi operasional, penguatan margin, pengembangan teknologi, integrasi data, serta perluasan kapabilitas logistik dan jaringan toko fisik.