CEO Apple Tim Cook Pamit, Serahkan Nahkoda ke John Ternus

CEO Apple, Tim Cook, secara resmi menyampaikan salam perpisahan dalam earnings call pertamanya sekaligus yang terakhir sebelum resmi mengakhiri masa jabatannya.

oleh IskandarDiterbitkan 01 Agustus 2026, 17:07 WIB
Pertemuan CEO Apple, Tim Cook dengan Jokowi menyusul langkah Apple yang saat ini sedang memperluas investasi di kawasan Asia. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Apple, Tim Cook, secara resmi menyampaikan salam perpisahan dalam earnings call (konferensi telepon laporan keuangan kuartalan) pertama 2026 sekaligus yang terakhir sebelum resmi mengakhiri masa jabatannya.

Momen bersejarah ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Cook selama 15 tahun dalam mengawal kinerja finansial raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

Dalam sesi pembukaan, Cook mengambil waktu khusus untuk mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para pemegang saham dan analis selama bertahun-tahun.

Mengutip laman Apple Insider, Sabtu (1/8/2026), ia juga mengonfirmasi bahwa proses transisi kepemimpinan kepada John Ternus berjalan sangat mulus.

"Transisi berjalan tanpa kendala, dan saya sangat antusias melihat John memimpin Apple menuju era berikutnya. Tidak ada orang yang lebih tepat untuk memegang kemudi perusahaan ini," ujar Cook.

Ia menegaskan optimismenya terhadap masa depan Apple di bawah nahkoda baru.

 

Rekor 15 Tahun Tanpa Absen

Sejak resmi menjabat sebagai CEO pada 2011 menggantikan Steve Jobs, Tim Cook telah memimpin lebih dari 60 sesi earnings call.

Luar biasanya, selama 15 tahun berturut-turut, Cook tidak pernah absen satu kali pun--bahkan ketika ia sedang diserang flu berat sekali pun.

Sesi earnings call Apple dikenal memiliki dinamika tersendiri. Paruh pertama diisi pembacaan laporan resmi, sementara paruh kedua menjadi ajang "kucing-kucingan" antara manajemen Apple dan para analis. Cook dan timnya terkenal sangat disiplin menjaga rahasia produk masa depan.

Rekor terjadi pada panggilan tahun 2018, di mana kalimat variasi "kami tidak berkomentar mengenai produk yang belum diumumkan" diucapkan sebanyak 11 kali dalam satu sesi.

Guna meredakan ketegangan usai sesi finansial yang intensif tersebut, Cook memiliki ritual unik, yaitu berjalan santai mengelilingi Apple Park.

"Suara dan pemandangan di Apple Park membuat tantangan besar hari itu terasa begitu kecil," ungkap Cook dalam sebuah wawancara pada 2020.

 

Valuasi Apple Meroket

Keterlibatan Cook dalam laporan keuangan Apple sebenarnya telah berlangsung lama. Sebelum wafatnya Steve Jobs pada 2011, Jobs jarang menghadiri sesi ini dan memercayakannya kepada Cook serta CFO Peter Oppenheimer.

Momen bersejarah terakhir Jobs di earnings call terjadi pada Oktober 2010, saat Apple mencatatkan pendapatan kuartalan USD 20 miliar untuk pertama kalinya.

Melompat ke tahun 2026, peta finansial Apple telah berubah drastis. Apple baru saja menembus rekor kapitalisasi pasar sebesar USD 5 triliun (market cap).

Kendati laporan keuangannya konsisten memecahkan rekor dan melampaui ekspektasi Wall Street, saham Apple (AAPL) sering kali mengalami koreksi teknis usai pengumuman--seperti kali ini yang turun sekitar 8% pada perdagangan after-hours.

Meski demikian, kepemimpinan Tim Cook selama satu setengah dekade terakhir terbukti telah mentransformasi Apple menjadi salah satu korporasi paling bernilai dalam sejarah peradaban modern.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya