Liputan6.com, Jakarta - Maestro seni rupa Indonesia, Nasirun, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 05.58 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 60 tahun di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh salah seorang tetangga Nasirun, Bimo Aditya, yang tinggal di Perum Bayeman Permai, Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.
Advertisement
"Benar, ini saya persiapan menuju ke rumah duka," katanya.
Nasirun dikenal sebagai seniman kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, yang memiliki karakter bersahaja dan nyentrik. Namanya telah dikenal di kancah seni rupa hingga lima benua.
Sepanjang perjalanan kariernya, Nasirun mengikuti berbagai pameran seni di dalam maupun luar negeri, seperti di Singapura, Jepang, dan Prancis.
Ia juga tercatat mengoleksi sekaligus menghasilkan sebanyak 1.448 karya. Karya-karyanya dipajang di rumahnya dan dapat dinikmati oleh pengunjung secara gratis.
Pada pameran tahun 1997 di tempat almarhum Shandi Sulaiman, karya-karya Nasirun habis terjual (sold out) hanya dalam waktu beberapa jam. Peristiwa tersebut membuatnya mendapat julukan "Seniman Gorengan".
Sosok Sederhana
Di balik kesuksesannya di dunia seni rupa, Nasirun tetap dikenal dengan gaya hidup sederhana. Meski memiliki aset bernilai miliaran rupiah dan kendaraan mewah, ia tidak memiliki telepon seluler (handphone) serta tidak bisa mengemudi.
Dalam berkesenian, Nasirun mengaku tidak pernah memiliki ambisi untuk menjadi terkenal maupun kaya raya.
"Saya dari berkesenian tak pernah ambisi untuk menjadi populer, ambisi menjadi kaya raya, apalagi ambisi untuk mengalahkan orang lain," ujar Nasirun dalam sebuah video yang dikutip Liputan6.com.