Detik-detik Penumpang Kapal Nekat Lompat ke Laut Merak

Rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik pria asal Bandar Lampung melompat dari KMP Kirana.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 31 Juli 2026, 14:16 WIB
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan seorang pria nekat melompat dari atas KMP Kirana. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan seorang pria nekat melompat dari atas KMP Kirana saat berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, viral di media sosial. Korban diketahui bernama Andreas Lingsing (25), warga Kota Bandar Lampung.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 29 Juli 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, Andreas yang mengenakan pakaian serba hitam dan topi awalnya terlihat duduk bersandar di salah satu tiang kapal sambil memainkan telepon genggamnya.

Tak lama kemudian, ia berdiri dan berjalan mondar-mandir di area dalam kapal. Selama beberapa menit, Andreas tampak berbicara melalui telepon dengan gestur gelisah. Ia beberapa kali berhenti, melihat ke sekeliling, lalu kembali berjalan seolah sedang memikirkan sesuatu.

Setelah sempat mengambil barang bawaannya, Andreas berjalan menuju pagar pembatas kapal. Tanpa diduga, ia memanjat pagar tersebut dan langsung melompat ke laut lepas.

Aksi nekat itu sontak membuat penumpang dan petugas kapal panik. Sejumlah orang berlari ke sisi kapal untuk memastikan kondisi korban setelah terjun ke perairan.

Kepala Tim SAR Bakauheni, Rezie Kuswara mengatakan, lokasi kejadian berada di perairan Merak sehingga proses pencarian korban dilakukan oleh Tim SAR Merak.

Meski demikian, Basarnas Bakauheni tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke perairan Lampung Selatan.

"Peristiwa itu terjadi di perairan Merak saat kapal sedang berlayar menuju Bakauheni. Korban langsung melompat ke laut dan seluruh kejadian terekam CCTV," kata Rezie, Jumat (31/7/2026).

 

Pemantauan Basarnas

Menurut dia, Tim SAR Bakauheni terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Tim SAR Merak apabila korban terbawa arus menuju wilayah perairan Lampung.

"Kami dari SAR Bakauheni tetap memonitor dan memantau jika memang tubuh korban mengarah ke perairan Bakauheni. Untuk proses pencarian dilakukan rekan-rekan dari SAR Merak," jelasnya.

Rezie menambahkan, pemantauan dilakukan karena kondisi angin dan arus laut berpotensi mengarah ke perairan Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan. Tim SAR akan terus berkoordinasi hingga proses pencarian dinyatakan selesai.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya