ASEAN dan Australia Pererat Kolaborasi Kontra-Terorisme

Indonesia dan Australia menggelar kegiatan Pertukaran Praktik Kontra-Terorisme untuk membahas upaya terbaik untuk perlindungan lebih.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 30 Juli 2026, 19:30 WIB
ASEAN dan Australia Perkuat Kerja Sama Kontra-Terorisme Regional Rabu (29/7/2026) (Dok: Kedubes Australia)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Australia bekerja sama menyelenggarakan Pertukaran Praktik Kontra-Terorisme ASEAN-Australia untuk membahas tentang upaya terbaik untuk memberikan proteksi lebih pada pusat keramaian, para target yang rawan, dan infrastruktur penting di Bali pada 28-29 Juli 2026.

Para perwakilan dari negara-negara ASEAN, Australia, Sekretariat ASEAN, PBB, organisasi masyarakat, akademisi, badan olahraga, serta sektor swasta dipertemukan pada acara ini. Masing-masing peserta turut memberikan cara terbaik untuk mempererat kerja sama regional untuk menghadapi ancaman terorisme.

“Australia sangat menghargai kemitraan yang kuat dengan ASEAN. Semakin berkembangnya ancaman terorisme, perlindungan terhadap pusat keramaian, target yang rawan, dan infrastruktur penting, meminta kita untuk terus adaptif, kolaboratif, dan berwawasan ke depan,” tutur dubes Australia untuk Pemberantasan Terorisme, Gemma Huggins, dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari Kedubes Australia di Jakarta pada Kamis (30/7/2026).

Pembukaan acara ini dilakukan oleh Brigadir Jenderal Polisi Dwight Jordan De Fretes, S.I.K., Direktur Investigasi Detasemen Khusus 88 Anti Teror, Kepolisian RI. Nama-nama ini menjadi wakil Indonesia sebagai Pemimpin Senior Officials Meeting on Transnational Crime. Acara juga dibuka oleh Robert Rushby, Director Counter-Terrorism Asia section, Australian Department of Foreign Affairs and Trade.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen bersama ASEAN dan Australia untuk mengatasi ancaman terorisme. Fokusnya ada pada pentingnya melindungi pusat keramaian, target yang rawan, dan infrastruktur penting yang secara signifikan akan berkontribusi pada kawasan yang lebih aman, terlindungi, dan tangguh,” jelas Direktur Jordan de Fetes.

Di dalam kegiatannya, para peserta membagikan ide-ide mereka tentang pendekatan praktis untuk pencegahan, kesiapsiagaan, manajemen krisis, dan pemulihan pasca-insiden. Mereka mempelajari berbagai upaya untuk memperkuat perlindungan ruang publik dan layanan penting melalui perencanaan terkoordinasi, respons krisis yang efektif, serta kolaborasi para pemangku kepentingan yang dilakukan dengan presentasi oleh pakar, diskusi, dan latihan skenario.

ASEAN dan Australia bersama-sama terus mempererat kerja sama regional, meningkatkan kemitraan lintas sektor, dan berkontribusi pada praktik baik kawasan untuk mendukung upaya penanggulangan terorisme di masa depan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya