Liputan6.com, Jakarta - Roberto Mancini mengawali periode keduanya bersama Timnas Italia dengan permintaan maaf terbuka atas keputusannya meninggalkan Gli Azzurri pada 2023 untuk menerima tawaran melatih Arab Saudi, dilansir dari Football Italia.
Pelatih berusia 61 tahun itu menyatakan penyesalan dan bertekad mengembalikan level permainan Italia setelah tim nasional gagal lolos ke Piala Dunia 2026, yang menjadi absen ketiga beruntun.
Advertisement
Pernyataan ini disampaikan pada kesempatan pertama Mancini berbicara ke publik sejak penunjukan kembali. Situasi tim kian tertekan setelah Presiden FIGC Gabriele Gravina dan pelatih Gennaro Gattuso mundur pada April, tak lama usai kekalahan dari Bosnia-Herzegovina di babak play-off.
Permintaan Maaf Mancini dan Misi Pulihkan Reputasi Azzurri
Mancini menuturkan penyesalannya secara gamblang dalam sesi pernyataan perdana.
"Saya benar-benar minta maaf. Rasanya seperti kehilangan perempuan yang paling Anda cintai. Itu berarti Anda melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan," ujar Mancini, seperti dikutip dari ESPN, Rabu (30/7/2026).
"Jadi saya minta maaf, sungguh sangat menyesal atas semua yang telah terjadi selama tiga tahun terakhir. Sekarang saya akan mencoba membawa tim nasional kembali ke tempat yang seharusnya," lanjutnya.
Pada periode baru ini, Mancini menegaskan fokusnya adalah mengangkat performa tim ke standar yang ia nilai layak bagi Italia.
Keputusan 2023 dan Komunikasi Dengan Gravina
Mancini sebelumnya membawa Italia menjuarai Euro 2020. Namun pada Agustus 2023, ia mengejutkan publik dengan mundur dari jabatan pelatih dan menerima pinangan Timnas Arab Saudi dua pekan kemudian.
Ia mengakui ada kesalahan besar dalam proses itu, terutama soal relasi dengan pimpinan federasi.
"Itu sepenuhnya kesalahan saya. Saya gagal menjaga komunikasi yang baik dengan Gravina," tutur Mancini.
Pria kelahiran Jesi tersebut pernah menangani Inter Milan dan Manchester City sebelum menakhodai tim nasional.
Debut Ulang Kontra Belgia dan Dinamika Kursi Pelatih
Laga pertama Mancini pada periode keduanya dijadwalkan 25 September melawan Belgia di UEFA Nations League. Pertandingan berlangsung di Stadion Olimpico, Roma.
Mancini memahami sebagian pendukung mungkin belum siap menerima kehadirannya kembali setelah cara kepergiannya tiga tahun lalu.
"Saya sadar akan ada orang-orang yang menentang saya," katanya. "Tapi saya berharap tim bisa bermain dengan baik sehingga mungkin mereka bisa memaafkan saya."
Penunjukan Mancini terjadi setelah FIGC lebih dulu mencoba mendekati Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola, yang sama-sama menolak. Adapun Andrea Pirlo akhirnya dicoret dari daftar kandidat karena pertimbangan politik terkait kerja sama sponsor dengan perusahaan taruhan asal Rusia.