Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala menggantikan Didier Deschamps dengan kontrak hingga 2030. Penunjukan ini menandai dimulainya era baru Les Bleus yang disambut antusias publik.
Lima tahun setelah meninggalkan Real Madrid, Zidane kembali ke dunia kepelatihan dengan tugas besar: mengembalikan daya saing Prancis usai gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026. Saat itu, Les Bleus kalah dari Spanyol pada semifinal dan kembali takluk dari Inggris dalam perebutan tempat ketiga.
Advertisement
Perhatian kini mengarah pada bentuk tim di bawah komando pelatih berusia 54 tahun tersebut. Zidane identik dengan skema 4-3-3 ketika menukangi Real Madrid, dan pola itu diperkirakan menjadi fondasi pilihan taktiknya bersama Timnas Prancis.
Kiper dan Empat Bek: Maignan, Kounde, Saliba–Upamecano, Truffert
Di bawah mistar, Mike Maignan diprediksi tetap menjadi pilihan utama. Kiper AC Milan berusia 31 tahun itu dinilai masih yang terbaik yang dimiliki Prancis untuk saat ini.
Selain Maignan, Zidane disebut bakal mulai memberi perhatian kepada Robin Risser sebagai calon penerus untuk proyek jangka panjang.
Di bek kanan, Jules Kounde unggul dalam pengalaman dan diperkirakan mempertahankan tempatnya. Bek Barcelona tersebut telah mencatat lebih dari 50 penampilan untuk Timnas Prancis, mengungguli opsi lain seperti Malo Gusto.
Untuk duet bek tengah, William Saliba dan Dayot Upamecano menjadi kombinasi yang paling masuk akal. Upamecano memasuki usia emas sebagai palang pintu, sementara Saliba yang tengah memulihkan cedera punggung berpotensi absen pada pemanggilan pertama Zidane namun diyakini menjadi pilar jangka panjang.
Regenerasi di sisi kiri membuka jalan bagi Adrien Truffert. Ia menjadi kandidat terkuat menggantikan Theo Hernandez dan Lucas Digne yang sudah memasuki usia kepala tiga.
Tiga Gelandang: Tchouameni, Zaire-Emery, Camavinga
Aurelien Tchouameni diproyeksikan sebagai jangkar utama. Meski belum pernah bekerja bersama di Real Madrid, Zidane diyakini sangat mengenal kualitas gelandang berusia 26 tahun tersebut yang terbiasa tampil pada laga-laga besar.
Warren Zaire-Emery juga berpeluang mengisi satu tempat inti. Gelandang Paris Saint-Germain itu telah menorehkan lebih dari 100 penampilan di Ligue 1 meski baru berusia 20 tahun.
Slot tersisa diyakini menjadi milik Eduardo Camavinga. Gelandang Real Madrid itu absen di Piala Dunia 2026 namun berpeluang besar kembali di era Zidane. Seiring regenerasi, nama-nama senior seperti N'Golo Kante dan Adrien Rabiot diprediksi mulai tersisih dari komposisi utama.
Lini Serang: Olise, Mbappe, Dembele
Di sektor kanan, Michael Olise tengah berada pada performa terbaik bersama Bayern Munchen dan dinilai cocok dengan filosofi Zidane. Meski berposisi natural sebagai winger kanan, ia memiliki fleksibilitas untuk turun sebagai gelandang serang.
Sisi kiri hampir pasti tetap menjadi milik Ousmane Dembele. Peraih Ballon d'Or 2025 itu dikenal sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa dan pernah menyatakan kekagumannya pada Zidane.
Peran ujung tombak tidak tergantikan. Kylian Mbappe sebagai kapten dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Prancis diperkirakan menjadi pusat proyek besar Zidane hingga Piala Dunia 2030.