SD di Lampung Rusak Parah, Ruang Guru Jadi Kelas dan Siswa Belajar Bergantian

Setelah video kondisi sekolah viral, ruang kelas yang rusak langsung dikosongkan demi alasan keselamatan siswa.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 29 Juli 2026, 15:46 WIB
Viral SD di Lampung Timur Rusak Parah, Siswa Belajar Bergantian hingga Ruang Guru Disulap Jadi Kelas

Liputan6.com, Jakarta - Viral video memperlihatkan kondisi bangunan SD Negeri 2 Taman Endah, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur rusak parah. Dinding, atap hingga kusen jendela ruang kelas terlihat lapuk, sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

Kerusakan bangunan sekolah itu berlangsung sejak 2024. Namun hingga kini, perbaikan belum terealisasi karena keterbatasan anggaran sekolah.

Akibat kondisi tersebut, sekolah terpaksa mengubah pola kegiatan belajar mengajar. Para siswa kini harus masuk secara bergantian pada pagi dan siang hari karena jumlah ruang kelas yang layak digunakan sangat terbatas.

Tak hanya itu, ruang kantor guru dialihfungsikan menjadi ruang kelas agar proses pembelajaran tetap berjalan. Sementara, para guru harus bekerja di ruangan yang kondisinya rusak.

Kepala SD Negeri 2 Taman Endah, Suharni mengatakan setelah video kondisi sekolah viral, ruang kelas yang rusak langsung dikosongkan demi alasan keselamatan siswa.

"Ruang kelas ini setelah viral sudah tidak dipakai lagi. Anak-anak belajarnya dipindahkan ke depan dengan sistem shift. Kelas 1, 2, 3, dan 6 masuk pagi, sedangkan kelas 4 dan 5 masuk siang. Ruang kelas yang tersisa hanya empat, sehingga ruang kantor guru dijadikan kelas. Guru akhirnya bekerja di ruangan yang rusak itu," ujar Suharni, Rabu (29/7).

 

Viral SD di Lampung Timur Rusak Parah, Siswa Belajar Bergantian hingga Ruang Guru Disulap Jadi Kelas

Janji Renovasi Sekolah

Menurutnya, sejak video tersebut menjadi perhatian publik, sejumlah pihak telah mendatangi sekolah dan menjanjikan bantuan untuk rehabilitasi bangunan.

Meski demikian, pihak sekolah berharap janji tersebut segera direalisasikan. Pasalnya, kerusakan bangunan dikhawatirkan terus meluas ke ruang kelas lainnya dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik jika tidak segera diperbaiki.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya