Keigo Higashino Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

Keigo Higashino meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat kanker kolorektal. Penulis The Devotion of Suspect X meninggalkan 106 karya.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 28 Juli 2026, 10:42 WIB
Keigo Higashino (Nippon Television News Japan)

Liputan6.com, Jakarta - Novelis Jepang Keigo Higashino tutup usia. Kepergiannya ini membawa duka bagi dunia sastra internasional. Penulis yang dikenal lewat berbagai novel misteri populer, termasuk The Devotion of Suspect X, meninggal dunia pada 23 Juli 2026 dalam usia 68 tahun akibat kanker kolorektal. Kabar tersebut diumumkan penerbit Kodansha pada Senin (27/7/2026), beberapa hari setelah ia berpulang.

Sesuai permintaan keluarga, prosesi pemakaman telah digelar secara tertutup dan hanya dihadiri kerabat dekat. Setelah pengumuman resmi dirilis, ucapan belasungkawa mengalir dari pembaca, pelaku industri penerbitan, hingga sesama penulis di Jepang maupun berbagai negara Asia yang selama ini menjadi basis penggemar karya-karyanya.


Debut Penulis Setelah Bekerja sebagai Insinyur

Keigo Higashino lahir di Osaka pada 4 Februari 1958. Sebelum menjadi penulis penuh waktu, ia bekerja sebagai insinyur di Denso. Debutnya dimulai pada 1985 melalui novel After School (Hokago), yang berhasil memenangkan Edogawa Rampo Prize dan membuka jalan bagi karier panjangnya sebagai salah satu novelis misteri paling berpengaruh di Jepang.

Namanya semakin mendunia berkat novel The Devotion of Suspect X yang meraih Naoki Prize pada 2006. Selain itu, ia juga dikenal melalui seri Galileo yang menghadirkan karakter fisikawan jenius Manabu Yukawa. Berbagai karyanya telah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan diadaptasi menjadi film maupun serial televisi, termasuk Journey Under the Midnight Sun, Newcomer, hingga Miracles of the Namiya General Store.


Berkarya Lebih dari 4 Dekade

Sepanjang lebih dari empat dekade berkarya, Higashino menghasilkan 106 buku. Kodansha memastikan novel terakhirnya yang berjudul Eternal Memory tetap akan diterbitkan pada 5 Agustus 2026 sesuai jadwal. Kehadiran karya tersebut menjadi penutup perjalanan panjang seorang penulis yang konsisten menghadirkan cerita penuh teka-teki dengan sentuhan psikologis yang kuat.

Kepergian Higashino juga memicu gelombang penghormatan di media sosial. Pembaca dari berbagai negara membagikan kenangan mereka terhadap novel-novel sang penulis. Banyak yang mengaku tumbuh bersama karya-karyanya dan menyebut cerita ciptaannya sebagai pintu masuk mengenal sastra misteri Jepang.

Meski telah berpulang, warisan Keigo Higashino dipastikan akan terus hidup melalui karya-karyanya yang telah menginspirasi jutaan pembaca di seluruh dunia. Selamat jalan, sensei. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya