Liputan6.com, Bogor - Timnas Indonesia membuka langkah di Grup A Piala AFF 2026 dengan kemenangan telak atas Kamboja. Pada laga di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, penyerang 19 tahun Mitchell Baker langsung mencuri sorotan lewat hattrick pada penampilan perdananya.
Pertandingan berlangsung Senin (27/7/2026) malam WIB. Baker mengawali pesta gol Garuda sejak babak pertama dan terus terlibat hingga awal babak kedua sebelum ditarik keluar.
Advertisement
Momen ini hadir tak lama setelah ia resmi berstatus WNI pada 13 Juli lalu. Pemain Vermont Green tersebut langsung memperkuat Timnas Indonesia pada laga pertamanya dengan efektivitas tinggi di lini depan.
Rangkaian Gol dan Jalannya Laga
Baker mencatat tiga gol pada menit ke-5, 14, dan 55. Dua di antaranya tercipta lewat sundulan yang memaksimalkan posturnya setinggi 196 cm.
Sandy Walsh turut mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-23, sementara Jens Raven menutup kemenangan lewat gol menit ke-85. Kamboja mendapat satu gol lewat bunuh diri Nadeo Argawinata pada menit ke-47.
Baker tampil hingga menit ke-58 sebelum digantikan Saddil Ramdani, setelah sebelumnya menjadi poros serangan di lini depan dan menunaikan tugasnya dengan efisien.
Ucapan Terima Kasih usai Dinobatkan Man of the Match
Seusai laga, Baker dinobatkan sebagai man of the match. Ia menekankan peran banyak pihak yang menurutnya krusial dalam mengantarnya ke titik ini.
"Ya, pertama-tama saya hanya ingin menekankan kembali apa yang dikatakan pelatih. Menurutku ada banyak orang di balik layar yang membantuku sampai di sini," ujar Mitchell seusai laga.
"Saya tidak akan berada di sini tanpa mereka, jadi terima kasih banyak untuk mereka. Dan tentu saja, ya, ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan," sambungnya.
Pujian itu ia sampaikan tak lama setelah menyelesaikan debut yang berbuah tiga gol, menandai penampilan perdana yang impresif bersama Garuda.
Tak Larut Euforia, Fokus ke Laga Berikutnya
Striker kelahiran Melbourne, Australia, itu menikmati momen lengkap: dipercaya sebagai starter, mencetak hattrick, sekaligus meraih penghargaan individu. Ia menegaskan semua capaian itu bertumpu pada kerja kolektif.
"Perasaan yang luar biasa, tidak bisa lebih baik dari ini. Dan ya, ini tidak mungkin tercapai tanpa tim, tanpa staf pelatih dan semua orang," ungkap pemain kelahiran 11 Desember 2006 itu.
Meski demikian, Baker meminta skuad tetap menatap partai berikutnya di fase grup tanpa terbawa euforia kemenangan besar atas Kamboja.
"Jadi, ya, sungguh luar biasa. Kami akan menikmatinya, tapi kami punya pertandingan dalam beberapa hari lagi, jadi kami harus terus maju," tegas Mitchell Baker.