Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menghadapi dinamika kepemimpinan baru setelah Paolo Maldini secara mengejutkan mengundurkan diri dari posisi Direktur Teknik Tim Nasional Italia. Keputusan ini diambil hanya 16 hari setelah penunjukannya, membuka jalan bagi Giorgio Chiellini sebagai calon kuat pengganti.
Mundurnya Maldini terjadi di tengah upaya FIGC untuk membangun kembali tim nasional, terutama setelah serangkaian kegagalan lolos ke Piala Dunia FIFA. Penunjukan Maldini pada 11 atau 12 Juli 2026, yang juga merangkap sebagai Presiden Club Italia, diharapkan membawa angin segar dengan kontrak empat tahun hingga Piala Dunia 2030.
Advertisement
Namun, harapan tersebut pupus ketika Maldini dan mantan rekan setimnya di AC Milan, Leonardo, memutuskan untuk mundur sekitar 27 Juli 2026. Pengunduran diri ini dipicu oleh kegagalan dalam penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala Timnas Italia.
Kontroversi Penunjukan Pelatih dan Alasan Mundurnya Maldini
Pencalonan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala Timnas Italia diblokir karena keterlibatannya sebagai duta merek global untuk Fonbet, sebuah perusahaan taruhan asal Rusia. Situasi ini menimbulkan masalah hukum, moral, dan politik yang kompleks bagi FIGC.
Paolo Maldini dilaporkan merasa sangat kecewa dan tidak mendapatkan dukungan penuh dari Presiden FIGC, Giovanni Malagò, terkait penanganan isu Pirlo tersebut. Ketidaksepahaman ini menjadi faktor krusial di balik keputusannya untuk meninggalkan jabatan Direktur Teknik.
Seiring dengan Maldini, Leonardo yang direkrut sebagai penasihatnya juga turut mengundurkan diri dari posisinya di FIGC.
Jejak Karier dan Potensi Chiellini di Balik Meja FIGC
Setelah pengunduran diri Maldini, nama Giorgio Chiellini langsung mencuat sebagai kandidat terdepan untuk mengisi posisi Direktur Teknik FIGC. Chiellini saat ini menjabat sebagai Chief Club Affairs Officer di FIGC, dan sebelumnya bertanggung jawab sebagai kepala hubungan institusional.
Presiden FIGC, Giovanni Malagò, disebut-sebut siap mempertimbangkan Chiellini jika Maldini benar-benar tidak kembali. Chiellini sendiri telah pensiun dari tim nasional Italia pada tahun 2022 setelah pertandingan persahabatan melawan Argentina. Ia juga mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain pada Desember 2023, kemudian mengambil peran sebagai Pelatih Pengembangan Pemain di Los Angeles FC.
Sebelumnya, mantan kapten Italia yang telah mencatatkan 126 penampilan dan 7 gol selama 14 tahun kariernya di timnas, serta menjabat kapten selama delapan tahun (1993-2002), Paolo Maldini, pernah menyatakan minatnya untuk menjadi direktur klub setelah pensiun, bukan sebagai pelatih.
Jika Chiellini ditunjuk sebagai Direktur Teknik, ada kemungkinan besar ia akan berusaha merekrut mantan pelatihnya di Juventus, Antonio Conte, sebagai pelatih kepala baru Timnas Italia. Selain itu, Roberto Mancini juga disebut sebagai kandidat utama untuk posisi pelatih.