Liputan6.com, Jakarta - Penasihat Kapolri Andi Gani Nena Wea menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus tewasnya seorang pria yang dikeroyok massa di Bali.
Andi Gani menegaskan bahwa tindakan pencurian memang merupakan pelanggaran hukum. Namun, aksi main hakim sendiri hingga menyebabkan seseorang kehilangan nyawa juga merupakan tindak pidana yang tidak dapat dibenarkan.
Advertisement
"Saya sangat sedih melihat peristiwa ini, terlebih ketika menyaksikan seorang anak kecil menangisi jenazah ayahnya. Siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku, bukan dihakimi oleh massa," kata Andi Gani, Minggu (26/7).
Andi Gani meminta Kapolres beserta jajarannya bergerak cepat mengusut tuntas kasus tersebut serta memproses seluruh pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Saya meminta Kapolres dan jajaran segera menuntaskan persoalan ini secara profesional, objektif, dan transparan. Negara tidak boleh kalah oleh aksi main hakim sendiri. Semua pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban hukum," tegasnya.
Selain mendorong penegakan hukum, Andi Gani mengaku telah menginstruksikan stafnya untuk menemui keluarga korban. Ia memastikan akan memberikan bantuan kepada anak-anak almarhum, terutama untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mereka.
"Saya telah meminta staf saya segera menemui keluarga almarhum. Saya siap menjadi bapak asuh bagi anak-anaknya agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan. Anak-anak tidak boleh menjadi korban atas peristiwa yang terjadi," ujarnya.
Andi Gani juga mengingatkan aparat kepolisian agar mengantisipasi potensi aksi balas dendam maupun konflik lanjutan yang dapat memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
"Saya juga meminta aparat menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah munculnya aksi balas dendam. Penanganan yang cepat, profesional, dan berkeadilan sangat penting agar persoalan ini tidak berkepanjangan," jelasnya.