Iwan Budianto Tak Berekspektasi Lebih pada Arema FC di Piala Presiden 2026

CEO Arema FC Iwan Budianto meminta publik tidak bereaksi berlebihan usai Singo Edan kalah dari Persib Bandung di laga perdana Piala Presiden 2026

oleh Asad ArifinDiterbitkan 27 Juli 2026, 15:44 WIB
CEO Arema FC, Iwan Budianto, ketika mendampingi tim pada laga lawan Persib Bandung di Piala Presiden 2026 (Dok. Arema FC)

Liputan6.com, Jakarta - Arema FC harus mengawali kiprahnya di Piala Presiden 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan. Singo Edan takluk 0-1 dari Persib Bandung pada laga pembuka Grup A di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (25/7/2026).

Kekalahan tersebut memunculkan berbagai respons dari suporter. Namun, CEO Arema FC, Iwan Budianto, meminta semua pihak melihat hasil tersebut secara proporsional karena turnamen masih berstatus pramusim.

Menurut Iwan, tujuan utama Arema FC di Piala Presiden 2026 bukan semata-mata mengejar gelar juara. Turnamen ini menjadi bagian dari proses membangun fondasi tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi fisik pemain dan proses adaptasi skuad masih jauh dari kata ideal. Karena itu, performa tim diperkirakan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.


Kekalahan Dinilai Bagian dari Proses Pramusim

Gustavo Franca dari Arema FC melawan Dedi Kusnandar dari Persib Bandung pada laga Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). (Media Piala Presiden 2026)

Iwan Budianto menilai tidak ada alasan untuk memberikan penilaian berlebihan terhadap hasil pertandingan pertama. Ia mengingatkan bahwa Piala Presiden merupakan ajang pramusim yang difungsikan sebagai sarana pembentukan tim.

"Yang pertama, ini bukan awal musim, melainkan turnamen pramusim. Jadi saya rasa tidak perlu berekspektasi terlalu tinggi," ucap Iwan Budianto.

Ia juga mengingatkan pernyataan pelatih Marcos Santos sebelum turnamen dimulai. Menurut Iwan, sang pelatih sejak awal telah menegaskan bahwa target utama adalah menyelaraskan permainan tim, sedangkan gelar juara hanya menjadi nilai tambah.

Pandangan tersebut dinilai realistis mengingat Arema FC sedang membangun fondasi baru. Hasil pertandingan memang penting, tetapi perkembangan permainan tim menjadi aspek yang lebih utama pada fase ini.


Fisik dan Chemistry Jadi Tantangan Arema FC

CEO Arema FC, Iwan Budianto (Dok. Arema FC)

Selain faktor pramusim, Iwan mengungkapkan bahwa kondisi kebugaran para pemain belum sepenuhnya maksimal. Beberapa pemain bahkan masih berada pada level kebugaran yang berbeda-beda.

"Hal lain yang juga perlu dipahami adalah sebagian besar pemain belum mencapai level kebugaran yang optimal. Ada yang mungkin baru berada di kisaran 40-50 persen, ada yang 60-70 persen, bahkan ada yang sekitar 80 persen," ucap Iwan Budianto.

Persiapan Arema FC menuju Piala Presiden 2026 juga terbilang singkat karena hanya berlangsung kurang dari dua pekan. Ditambah dengan banyaknya pemain baru, proses membangun chemistry belum berjalan secara maksimal.

"Alasannya sederhana. Pertama, kondisi fisik mereka memang belum sepenuhnya siap. Kedua, chemistry antarpemain juga belum terbentuk dengan baik," kata Iwan Budianto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya