Situasi Terkini Bentrok Warga di Menteng, Motor Hangus Masih Terlihat

Jejak bentrokan masih terlihat di Jalan Tambak, Menteng, mulai dari kerangka motor hangus hingga pagar yang roboh. Polisi memastikan satu orang tewas dan satu lainnya kritis.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 26 Juli 2026, 17:44 WIB
Garis polisi masih membentang di lokasi bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). (Liputan6/Rifqy Alief)

Liputan6.com, Jakarta - Garis polisi masih membentang di lokasi bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Jejak bentrokan masih tampak di sejumlah titik, mulai dari kerangka sepeda motor yang hangus terbakar, pagar besi yang roboh, hingga tembok pembatas yang rusak akibat aksi saling serang.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kondisi di lokasi telah berangsur kondusif. Arus lalu lintas di Jalan Tambak juga sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, sejumlah personel kepolisian, termasuk Brimob, masih berjaga dan menyisir area sekitar untuk kepentingan penyelidikan.

Di depan lokasi bentrokan, Polsek Metro Menteng bersama Satpol PP DKI Jakarta juga mendirikan tenda pemantauan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan bentrokan tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka berat. Namun, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan di rumah sakit.

"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," kata Roby kepada wartawan, Minggu.

 

Polisi Masih Berjaga

Satu sepeda motor dibakar warga yang bentrok di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Liputan6/Rifqy Alief)

Menurut Roby, bentrokan bermula ketika sekelompok orang datang untuk membeli sarapan di kawasan tersebut. Diduga karena tidak mendapat pelayanan yang diinginkan, mereka sempat menggeber kendaraannya sebelum pergi.

Tak lama berselang, kelompok tersebut kembali dengan membawa sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak penjual nasi uduk.

"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," ujar Roby.

Aksi perusakan itu kemudian memicu perlawanan dari warga sekitar hingga bentrokan tak terhindarkan. Polisi menemukan sejumlah jejak bentrokan di lokasi, di antaranya puing bangunan yang terbakar, kendaraan yang hangus, bercak darah, serta batu yang berlumuran darah.

"Di TKP kita menemukan ada puing-puing dari bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga jejak darah dan batu yang berlumuran darah," kata Roby.

Petugas sempat berupaya membubarkan bentrokan. Namun, banyaknya massa yang terlibat membuat kericuhan tidak dapat dicegah hingga menimbulkan korban.

 

Dua Korban Dibawa ke RSCM

Dua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, delapan orang yang diduga terlibat diamankan ke Polsek Metro Menteng untuk dimintai keterangan.

"Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng," ujar Roby.

Hingga Minggu siang, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan untuk mengungkap penyebab pasti bentrokan serta peran masing-masing pihak yang terlibat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya