ZF Bidik Dominasi Suku Cadang Indonesia Lewat Langkah Baru Ini

ZF Group menunjuk PT Mitra Kencana Nusantara (MKN) sebagai distributor tunggal (sole distributor) produk aftermarket TRW

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 26 Juli 2026, 13:01 WIB
Ragam produk suku cadang TRW yang dipasarkan di Indonesia (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa komponen otomotif global, ZF Group, memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia dengan menunjuk PT Mitra Kencana Nusantara (MKN) sebagai distributor tunggal (sole distributor) produk aftermarket TRW. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya ZF memperluas penetrasi pasar suku cadang kendaraan penumpang di Tanah Air sekaligus menghadirkan komponen berkualitas global bagi konsumen.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus grand launching produk TRW di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Penunjukan MKN juga merupakan bagian dari strategi penguatan bisnis aftermarket ZF setelah mengakuisisi TRW ASEAN pada 2022.

Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar paling potensial bagi ZF Group di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan data perusahaan, jumlah kendaraan yang beroperasi (Vehicle in Operation/VIO) mencapai sekitar 27,3 juta unit, dengan 20,9 juta unit merupakan kendaraan penumpang.

Vice President of ZF Aftermarket and Head of Asia Pacific, Teoh Chee How, mengatakan Indonesia merupakan motor pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara sekaligus pasar prioritas perusahaan.

ZF Group menunjuk PT Mitra Kencana Nusantara (MKN) sebagai distributor tunggal (sole distributor) produk aftermarket TRW. (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Melalui kemitraan dengan PT MKN, ZF ingin memperkuat penetrasi di pasar Passenger Car Independent Aftermarket (PC IAM), sekaligus memastikan produk aftermarket premium TRW tersedia secara luas di seluruh Indonesia.

Country Head of ZF Aftermarket Indonesia, Benny Liem, menjelaskan pemilihan PT Mitra Kencana Nusantara didasarkan pada pengalaman panjang perusahaan dalam mendistribusikan suku cadang otomotif, baik roda dua maupun roda empat.

Selain itu, MKN memiliki jaringan Distribution Center di setiap provinsi sehingga mampu mempercepat proses distribusi dan memangkas waktu pengiriman ke berbagai wilayah Indonesia.

"Tujuan utama dari MoU ini adalah membangun sinergi kuat untuk mendominasi pasar domestik dan memaksimalkan mobility uptime konsumen. Kami memilih MKN karena memiliki rekam jejak dan jaringan distribusi yang sangat kuat," ujar Benny Liem.

Head of Brand PT MKN, Freddy Thamrin, menambahkan perusahaan telah menyiapkan tim khusus TRW yang mencakup divisi penjualan, pemasaran, hingga teknis.

Selain memastikan ketersediaan produk (availability), MKN juga mengedepankan pelayanan (service), layanan purna jual (aftersales), garansi resmi, proses klaim yang cepat, serta dukungan teknis bagi pelanggan.

Dalam peluncuran tersebut, ZF dan MKN memperkenalkan sejumlah produk unggulan TRW untuk kendaraan penumpang, meliputi brake pad (kampas rem), brake disc (piringan rem), dan shock absorber.

Berani Klaim Kualitas Setara OEM

Brake pad TRW menggunakan material gesek khusus yang mampu menghasilkan daya pengereman optimal dalam berbagai kondisi dengan ketahanan panas tinggi. (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Brake pad TRW menggunakan material gesek khusus yang mampu menghasilkan daya pengereman optimal dalam berbagai kondisi dengan ketahanan panas tinggi.

Sementara brake disc diproduksi menggunakan material besi cor berstandar internasional GG20/GG15HC untuk pasar Eropa dan G3000 untuk Amerika Serikat, sehingga memiliki kekuatan mekanis yang tinggi.

Di sisi lain, shock absorber TRW dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara stabilitas berkendara dan kenyamanan penumpang.

Tak hanya itu, lini produk TRW yang dipasarkan di Indonesia juga mencakup Hydraulic Cylinder, Friction Parts, Shock Absorber, hingga Linkage System.

ZF melihat adanya perubahan perilaku konsumen Indonesia, terutama pemilik kendaraan yang telah melewati masa garansi pabrikan.

Saat ini, konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli spare part aftermarket, tetapi juga aspek keselamatan.

Karena itu, TRW diposisikan sebagai produk premium dengan standar keselamatan global dan kualitas setara Original Equipment Manufacturer (OEM).

Menurut Benny Liem, seluruh produk TRW telah melalui pengujian ekstrem agar sesuai dengan karakter kendaraan Jepang yang mendominasi pasar otomotif nasional.

"Produk kami tidak dibuat secara generik, melainkan melalui proses pengujian ekstrem dan telah divalidasi spesifik agar cocok dengan 92 persen populasi mobil pabrikan Jepang di Indonesia, disesuaikan dengan beban kerja jalanan tropis dan bergelombang," jelas Benny.

Teknologi material yang dikembangkan ZF Group juga diterapkan pada berbagai produk TRW.

Pada sistem pengereman, kampas rem diformulasikan agar menghasilkan tingkat kebisingan rendah, minim debu, lebih ramah lingkungan, namun tetap memberikan daya cengkeram optimal.

Sementara pada sektor suspensi, shock absorber menggunakan teknologi surface treatment khusus pada piston rod untuk meningkatkan daya tahan komponen sekaligus meminimalkan risiko kebocoran oli saat digunakan di kondisi jalan bergelombang dan suhu tinggi khas Indonesia.

Bidik Pasar Mobil Jepang

Meski mengusung kualitas setara komponen OEM, Benny memastikan harga produk TRW tetap kompetitif. "Produk kami memiliki kualitas setara dengan komponen OEM, tapi harga masih di bawah OEM," kata Benny.

ZF bersama MKN juga berkomitmen menjaga kestabilan harga di seluruh Indonesia agar konsumen bisa memperoleh komponen berkualitas global dengan harga yang tetap terjangkau.

Ke depan, ZF optimistis pasar aftermarket Indonesia akan terus berkembang seiring meningkatnya populasi kendaraan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan komponen berkualitas.

Saat ini, cakupan produk TRW telah mencapai sekitar 80 persen pasar mobil Jepang di Indonesia. Perusahaan menargetkan angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 90 persen pada 2027.

"Target kami tidak main-main. Dari rata-rata 80 persen cakupan pasar mobil Jepang saat ini, ZF akan menembus di atas 90 persen product coverage pada 2027. Kemitraan dengan MKN adalah langkah taktis kami untuk memastikan ketersediaan produk tanpa celah dari Sabang sampai Merauke," tutup Benny Liem.

Sementara itu, CEO PT Mitra Kencana Nusantara, Sutjipto Kalam, menegaskan kesiapan perusahaan mendukung pertumbuhan bisnis TRW melalui penguatan jaringan distribusi nasional.

MKN juga akan terus memperluas jaringan logistik serta menghadirkan lebih banyak variasi produk yang mengikuti perkembangan teknologi otomotif dan kebutuhan pasar Indonesia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya