Alasan Otot Terasa Kaku Setelah Duduk Lama dan Cara Efektif Meredakannya

Meski umum terjadi, otot kaku tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi nyeri yang mengganggu aktivitas jika terus berulang.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 26 Juli 2026, 17:30 WIB
Ilustrasi otot kaku setelah duduk lama. Credit: Pexels.com

 

Liputan6.com, Jakarta - Saat bekerja di depan komputer atau menempuh perjalanan jauh, banyak orang merasakan tubuh menjadi kaku begitu berdiri. Kondisi ini paling sering muncul di area leher, punggung, pinggul, serta paha. Meski umum terjadi, otot kaku tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi nyeri yang mengganggu aktivitas bila terus berulang.

Kurangnya pergerakan menjadi penyebab utama otot terasa kaku setelah duduk dalam waktu lama. Otot yang tidak aktif dalam waktu panjang mengalami penurunan aliran darah sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ikut berkurang. Akibatnya, jaringan otot menjadi lebih tegang, kurang lentur, dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat tubuh mulai bergerak kembali.

Melansir Flarin.co.uk, Sabtu, 25 Juli 2026, posisi duduk juga berperan besar terhadap munculnya keluhan tersebut. Kebiasaan membungkuk atau menyandarkan tubuh secara tidak seimbang memberi tekanan tambahan pada otot leher, bahu, dan punggung.

Beban yang terus-menerus diterima kelompok otot tersebut membuatnya lebih cepat lelah sehingga rasa kaku semakin terasa. Lingkungan kerja yang kurang ergonomis turut memperburuk kondisi.

Kursi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah membuat posisi lutut dan pinggul tidak ideal. Layar komputer yang berada di bawah atau di atas garis pandang mata juga memaksa leher bekerja lebih keras untuk waktu yang lama. Pengaturan meja dan kursi yang tepat membantu menjaga postur tubuh tetap netral sehingga tekanan pada otot dapat berkurang.

 

Kursi Ergonomis sampai Posisi Monitor

Ilustrasi otot kaku setelah duduk lama (pexels.com/ivan samkov).

Penggunaan kursi ergonomis menjadi salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan. Pilih kursi yang mampu menopang lekuk alami tulang belakang, memiliki penyangga pinggang, serta memungkinkan tinggi dudukan disesuaikan.

Posisi monitor sebaiknya sejajar atau sedikit di bawah tinggi mata, sementara lengan bawah berada sejajar dengan permukaan meja saat mengetik. Aktivitas fisik secara rutin juga berperan penting dalam mencegah kekakuan otot.

Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga oksigen dan nutrisi lebih mudah mencapai jaringan otot. Jalan kaki, bersepeda, berenang, hingga jogging menjadi pilihan latihan yang dapat meningkatkan kebugaran sekaligus menjaga kelenturan tubuh.

Selain berolahraga, lakukan peregangan secara berkala selama bekerja. Peregangan sederhana dapat mengurangi ketegangan otot sekaligus meningkatkan fleksibilitas tubuh.

Peregangan Otot

Melakukan peregangan singkat di sela-sela hari kerja sudah bisa memberi dampak positif bagi tubuh dan pikiran. (Foto dok: Freepik/jcomp).

Salah satu gerakan yang direkomendasikan adalah meregangkan otot fleksor pinggul dengan posisi berlutut satu kaki di depan membentuk sudut 90 derajat, lalu mendorong pinggul perlahan ke depan selama sekitar 30 detik sebelum berganti sisi.

Peregangan hamstring juga dapat membantu mengurangi kekakuan pada paha belakang. Caranya, duduk di tepi kursi dengan satu kaki diluruskan ke depan dan kaki lainnya menapak lantai.

Condongkan tubuh perlahan ke depan sambil menjaga punggung tetap lurus, lalu tahan selama 30 detik sebelum berganti kaki. Sementara itu, ketegangan pada punggung atas dapat diredakan dengan menyatukan jari-jari tangan, meluruskan lengan ke depan setinggi bahu, kemudian membulatkan punggung bagian atas selama beberapa saat.

 

Pijatan Ringan

Ilustrasi Peregangan Credit: pexels.com/Andrea

Pijatan ringan juga dapat menjadi pilihan setelah duduk dalam waktu lama. Pijatan membantu meningkatkan aliran darah ke area yang tegang sehingga otot menjadi lebih rileks. Cara ini kerap memberikan rasa nyaman, terutama setelah bekerja berjam-jam di depan komputer atau selesai melakukan perjalanan panjang.

Terapi panas maupun dingin dapat digunakan sesuai kondisi yang dialami. Kompres hangat atau mandi air hangat membantu meningkatkan aliran darah dan melemaskan otot yang tegang.

Sebaliknya, kompres dingin lebih sesuai digunakan saat muncul peradangan atau cedera akut, seperti keseleo atau tarikan otot. Jika kekakuan tidak kunjung membaik, disertai nyeri hebat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya