Piala Presiden 2026 Jadi Media Persebaya Surabaya Uji Fondasi

Persebaya Surabaya menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai ajang membangun tim.

oleh Aditya WanyDiterbitkan 24 Juli 2026, 15:55 WIB
Persebaya Surabaya saat sesi latihan rutin. (Dok. persebaya.id)

Liputan6.com, Surabaya - Persebaya Surabaya memulai Piala Presiden 2026 dengan agenda yang lebih besar daripada sekadar perburuan trofi pramusim. Bernardo Tavares menempatkan turnamen ini sebagai medium membangun tim dan mematangkan struktur permainan Bajul Ijo.

Menurut pelatih asal Portugal itu, atmosfer pertandingan menjadi tolok ukur paling jujur untuk menilai kesiapan pemain, sesuatu yang tak sepenuhnya tergambar dari sesi latihan. Panggung pramusim ini disebutnya sebagai laboratorium untuk menyempurnakan fondasi jelang Super League 2026/2027.

Meski proses berada di baris terdepan, Persebaya tetap menargetkan hasil positif di setiap laga. Identitas bermain dan penyatuan skuad menjadi fokus sepanjang turnamen.


Jadwal Pembuka dan Peta Grup B

Persebaya tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan wakil Thailand, Port FC. Komposisi ini membuat fase awal kompetisi terasa padat dan menantang.

Laga pembuka dijadwalkan mempertemukan Persebaya dengan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7/2026). Pertemuan ini menjadi tolok ukur awal jelang rangkaian pertandingan fase grup.

Berstatus sebagai salah satu unggulan, Persebaya memilih menjadikan turnamen sebagai ajang pematangan. Seusai pemaparan rencana tim, Tavares menegaskan arah besarnya melalui pernyataan berikut.

"Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan," ujar Tavares.


Peluang Menit Main untuk Talenta Muda

Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya. (Dok. persebaya.id)

Pelatih berusia 46 tahun itu menegaskan setiap pemain memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan menit bermain. Penilaian akan didasarkan pada performa dan kualitas yang ditunjukkan, bukan pada usia maupun status senior-junior.

"Usia bukan faktor utama bagi saya. Saya bisa memainkan pemain berusia 35 tahun jika memang layak, begitu juga pemain berusia 16 atau 17 tahun," kata Tavares.

Pendekatan tersebut tampak saat Dava Yunna mendapat debut bersama tim utama pada laga 99th Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang, Minggu lalu. Keputusan itu diambil setelah Dava menunjukkan perkembangan yang menjanjikan selama mengikuti sesi latihan.

"Dava mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama karena menunjukkan performa yang baik selama latihan. Itulah alasan dia diberi kesempatan bermain," imbuhnya.


Adaptasi Rekrutan Anyar dan Fokus Proses

Selain talenta muda, para rekrutan anyar Persebaya juga dinilai memiliki ruang besar untuk berkembang. Tavares berharap setiap pertandingan di Piala Presiden 2026 mempercepat adaptasi, mulai dari pemahaman taktik, komunikasi, hingga chemistry antarpemain.

Salah satu nama yang disorot adalah Diogo Ramalho. Menurut Tavares, pemain baru membutuhkan waktu untuk memahami filosofi permainan Persebaya agar dapat menampilkan kemampuan terbaiknya sepanjang musim.

Dengan pertimbangan itu, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran selama pramusim. Tavares menegaskan pendekatan yang ia pegang terhadap turnamen ini.

"Sejarah memang menunjukkan bahwa juara Piala Presiden belum tentu menjadi juara liga. Namun, saya juga tidak percaya ada tim yang sengaja menolak untuk menang," kata Tavares.

"Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini," tutur arsitek tim berpaspor Portugal tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya