Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi galeri bawaan biasanya bukan pilihan utama untuk menghasilkan editan foto terbaik karena fiturnya kerap dianggap terbatas. Untuk pengeditan yang lebih mendalam, pengguna umumnya harus mengunduh aplikasi tambahan. Namun, kemampuan Samsung Galeri saat ini terbukti tidak kalah bersaing jika dibandingkan dengan aplikasi pihak ketiga tersebut.
Selama ini, pengeditan dasar pada Samsung Galeri identik dengan fitur pemotongan (crop) dan filter saja. Padahal, ketika Anda mencoba mengusap layar ke atas (swipe up) pada sebuah foto, pandangan Anda terhadap aplikasi bawaan ini dijamin akan berubah.
Advertisement
Dari situ, layar detail foto akan muncul lengkap dengan fitur Saran Pengeditan (Edit Suggestions). Secara otomatis, sistem galeri akan menganalisis foto dan memberikan rekomendasi perbaikan, sebagaimana dikutip dari MakeUseOf, Minggu (26/7/2026).
Salah satu fitur yang sangat patut dicoba adalah Remaster. Fitur ini mampu menjernihkan kembali foto lama yang kualitasnya buram akibat berkali-kali dibagikan. Efek kompresi dapat teratasi, tepian subjek yang samar menjadi lebih tajam, dan tingkat pencahayaan kembali seimbang.
Saat mengambil foto dari balik jendela mobil, galeri akan memberikan opsi Hapus Pantulan (Erase reflections) untuk menghilangkan silau kaca. Hal serupa berlaku untuk foto potret yang diambil di bawah pencahayaan kuat, di mana galeri menyediakan opsi Hapus Bayangan (Erase shadows).
Selain itu, saat memotret layar laptop atau TV, kerap muncul pola gelombang berwarna pelangi. Samsung Galeri akan menyarankan opsi Hapus Moiré (Remove Moiré) yang membuat foto tampilan layar terlihat jauh lebih bersih begitu diterapkan.
Fitur AI Edit di Samsung Galeri
Ketika ada orang asing yang tidak sengaja terekam di tepi foto grup, pengguna biasanya beralih ke aplikasi terpisah untuk menghapusnya. Kini, cukup manfaatkan fitur Object Eraser bawaan Samsung Galeri.
Jika objek terhapus dan menyisakan ruang kosong, Anda bisa menekan dan menahan salah satu anggota grup, menggesernya ke posisi baru, lalu mencubit layar untuk menyesuaikan ukurannya. Teknologi AI akan secara otomatis mengisi ruang kosong tersebut sehingga hasil rekayasa tampak alami.
Tersedia pula fitur Lasso yang memungkinkan pengguna membuat stiker WhatsApp tanpa aplikasi tambahan. Caranya cukup dengan menyeleksi garis luar objek, memisahkannya dari latar belakang foto, lalu menyimpannya sebagai stiker transparan langsung ke Samsung Keyboard.
Membenarkan posisi foto yang miring biasanya berdampak pada terpotongnya area di tepi foto. Namun, fitur AI Samsung Galeri akan mengisi sudut-sudut kosong tersebut dengan piksel hasil generatif yang selaras dengan lingkungan sekitar, sehingga foto menjadi lurus tanpa kehilangan area penting.
Tak hanya foto, untuk klip video yang diambil di tempat ramai, Samsung Galeri menyediakan fitur Audio Eraser. Fitur ini membantu meredam suara bising di latar belakang sembari tetap mempertahankan kejernihan suara utama.
Tidak Hanya Fitur berbasis AI
Pada foto hasil tangkapan layar (screenshot), pengguna cukup mengetuk ikon “T” berwarna kuning untuk mendeteksi teks di dalam gambar. Nomor telepon yang terdeteksi bisa langsung digunakan untuk panggilan, alamat lokasi dapat langsung dibuka di Google Maps, dan URL akan berubah menjadi tautan aktif.
Teks dokumen dari foto cetak juga dapat disalin secara langsung untuk ditempelkan ke email atau aplikasi catatan. Sementara itu, kode QR pada tangkapan layar kini bisa dipindai tanpa butuh perangkat lain—cukup tekan lama kode QR tersebut untuk membuka tautannya secara instan.
Terakhir, terdapat fitur pencarian cerdas yang memungkinkan pengguna menemukan foto hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu, seperti "kata sandi Wi-Fi" atau nama hotel. Sistem akan memindai teks pada gambar dan menampilkan foto yang relevan secara cepat.