Rumah Sarwendah Didatangi Debt Collector, Kuasa Hukum Ruben Onsu Beri Klarifikasi

Kuasa hukum Ruben Onsu membantah bank mengirim debt collector ke rumah Sarwendah dan menyebut punya bukti klarifikasi resmi.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 24 Juli 2026, 11:30 WIB
Ruben Onsu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (© KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Liputan6.com, Jakarta - Fakta baru terungkap setelah pihak Sarwendah mengklaim rumahnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan didatangi debt collector (DC). Kabar itu muncul buntut kredit pembayaran yang ditanggung mantan suaminya, Ruben Onsu, disebut macet.

Menanggapi kabar tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang memberikan klarifikasi. Minola mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak bank swasta terkait untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Berdasarkan komunikasi tersebut, Minola mengungkapkan pihak bank secara resmi membantah telah menerjunkan tim penagih ke rumah yang sebelumnya ditinggali Sarwendah dan anak-anak.


Pihak Bank Bantah Kirim Penagih ke Rumah

Sarwendah

"Untuk meyakinkan, kami bertanya juga kepada pihak bank-nya. Ini ada namanya Dimas BCA, ini orang yang mengurusi kredit tersebut bagian penagihan karena sudah masuk (kategori) tidak lancar. Kami tanya, 'BCA tidak pernah kirim debt collector kan Bang?'," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Dalam bukti percakapan tersebut, pihak bank memastikan tidak ada instruksi pengiriman orang untuk melakukan penagihan secara fisik ke lapangan.

"Tadi pagi pihak dia bilang, 'Pagi Bang, sejauh ini dari tim enggak ada ngirim (debt collector)'. Jadi dari fakta-fakta ini, paling tidak kami sudah ungkapkan satu-dua fakta kebohongan," kata Minola.


Kuasa Hukum Ruben Onsu Kumpulkan Bukti-Bukti

Minola menyampaikan agar pihak-pihak yang menyebarkan narasi tersebut tidak melakukannya lagi. Ia kemudian meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh konflik Ruben dan Sarwendah yang tengah dalam proses hukum.

"Tapi faktanya tidak ada. Jadi janganlah kita mulai mencari pembenaran pembenaran atau mem-framing sesuatu yang tidak benar," katanya.

Merasa punya bukti kuat, Minola menjelaskan pengungkapan fakta ini bukan bertujuan untuk memojokkan pihak manapun. Langkah ini disebut semata demi meluruskan informasi agar tidak menjadi jejak digital yang menyesatkan bagi anak-anak Ruben dan Sarwendah di masa depan.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, kalau ada di luar sana orang-orang yang tidak menyukai fakta. Karena seperti yang kami sampaikan, kebenaran itu ketika datang kadang-kadang akan membuat kita sakit atau menyakitkan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya