Jordan Susanto Rilis Album Million Different Reasons, Eksplorasi Personal dalam Lirik

Jordan Susanto juga memilih untuk mengambil pendekatan old school dalam sebagian lagunya di album Million Different Reasons.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 23 Juli 2026, 17:01 WIB
Jordan Susanto. (Ratnaning Asih/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah merilis Jordan pada 2024, Jordan Susanto kini kembali dengan album keduanya yang bertajuk Million Different Reasons, yang dirilis pada 17 Juli 2026 lalu. Kali ini, ia menampilkan berbagai hal yang bersifat personal untuknya. 

Dari segi musik, misalnya, Million Different Reasons merangkum berbagai musik yang menemani perjalanan Jordan sejak kecil: soul, funk, R&B, hingga pop klasik. Ini bukan sekadar usaha untuk menghidupkan kembali suara dari masa lalu, melainkan menerjemahkan seluruh pengaruh tersebut melalui pendekatan yang lebih intuitif dalam karyanya. 

Begitu juga dari segi lirik, banyak yang terasa reflektif dan kontemplatif, menghadirkan sejumlah pemikiran Jordan. "Life Lately" misalnya, menghadirkan pemikiran Jordan tentang apa yang terjadi dalam hidupnya dan juga teman-temannya.

Sementara dalam "Take a Look at Yourself" ia seakan tengah berkomunikasi dengan temannya sesama lelaki yang sulit mengungkapkan perasaannya pada dunia. 

"Lagu itu enggak seidealis itu dalam bicara seperti, 'Everything's gonna be okay'. Intinya hidup itu banyak tantangannya, dan tak bisa dipungkiri kita akan menghadapi kesusahan, dan itu bukan berarti kita tak berusaha," kata Jordan, dalam listening session yang dihelat di Taman Ismail Marzuki, beberapa waktu sebelum perilisan album. 

 


Pakai Cara Old School di Proses Kreatif di Balik Album

Jordan Susanto, Million Different Reasons. (via Secret Signals)

Ada sebelas lagu dalam album ini. Yang menarik, rhythm section dari lima lagu di antaranya, direkam Jordan Susanto secara langsung bersama band-nya, The Soul & Rollers.

"Kita pengen coba pakai cara old school. Kita enggak pakai metronom, lalu kita mengaransemen lagu itu di ruang latihan," kata produser album ini, Heston Prasetyo dalam acara listening session tersebut. Dalam tahap ini, Jordan dan band-nya mencoba menyelami spirit di balik lagu tersebut dan mencari aransemen yang pas sebelum rekaman.

"Dari situ kita mendapat feel yang authentic dari lagunya, tanpa terasa didikte metronom atau temponya, dari hati saja," ia menambahkan. Dengan cara ini, kata Heston, lagu-lagu Jordan terasa bernyawa.

Jordan menambahkan dalam bahasa Inggris, "Kadang karya favoritku adalah membiarkan lagunya muncul dengan begitu saja, dan tampil seperti yang ia inginkan."

Lanjut Baca:

  Million Different Reasons memiliki title track yang bertajuk sama dengan albumnya. Lagu ini, menjadi salah satu upaya Jordan dalam memahami makna "menjadi manusia" dan mengeksplorasi kompleksitas cinta secara lebih mendalam.  "Saat merasakan sebuah bentuk cinta yang bahkan waktu itu belum sepenuhnya kupahami, aku menulis lirik 'It's such a shame that love's the only way we say, a million different reasons we hold hands, make love and sing and dance'," tuturnya dalam pernyataan tertulisnya, mengutip lirik salah satu lagu yang bertajuk sama dengan judul album ini.  Ia menambahkan, "Dari situ aku sadar bahwa bahasa dan cara kita memandang cinta sering kali terlalu membatasi untuk menjelaskan bagaimana kita sebenarnya merasakan hidup," jelas Jordan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya