Fakta Pelik SD Grobogan: Usul Revitalisasi Belum Terlaksana, Kelas Keburu Ambrol

Dua ruang kelas SD Tanggirejo Grobogan ambrol. Sistem pembelajaran dilakukan secara darurat.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 23 Juli 2026, 10:53 WIB
Ruangan kelas SD di Grobogan ambruk

Liputan6.com, Jakarta - Dua ruang kelas di SD Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ambrol sebelum usulan revitalisasi dari pemerintah kabupaten setempat terealisasi. Bangunan sekolah diduga lapuk akibat serangan rayap. Kondisi itu memaksa ratusan siswa SD Tanggirejo menjalani kegiatan belajar mengajar secara darurat di tempat yang aman demi keselamatan mereka.

Merespons kondisi ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan menurunkan tim dinas ke SD Tanggirejo. Kedatangan tim Disdik untuk meninjau tingkat kerusakan bangunan SD setempat. Setelah melihat langsung kerusakannya, tim segera menyusun langkah penanganan darurat.

"Kerusakan bangunan (SD Tanggirejo) sebenarnya telah terdeteksi sejak beberapa waktu lalu," kata Kepala Disdik Kabupaten Grobogan, Purnyomo kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Pihak SD Tanggirejo telah melaporkan kondisi gedung kepada Kordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Pendidikan Tegowano. Usulan revitalisasi sekolah rusak juga sudah diajukan kepada pemerintah pusat.

"Usulan untuk revitalisasi sebenarnya sudah kami ajukan ke pusat. Namun belum terealisasi, atap dua ruang kelas ini sudah keburu ambrol," ujar Purnyomo.

Purnyomo menyebut, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa kerusakan bangunan SD Tanggirejo akibat lapuknya konstruksi atap. Kondisi itu diduga akibat serangan rayap.

Dengan kerusakan yang terjadi di SD Tanggirejo tersebut, membuat bangunan sekolah tidak lagi layak digunakan. Sebab sangat membahayakan keselamatan siswa maupun guru di SD setempat.

Sebagai langkah cepat, Disdik Grobogan mendesak agar perbaikan SD Tanggirejo masuk dalam daftar prioritas APBD Perubahan Kabupaten Grobogan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Kami berharap ikhtiar ini segera membuahkan hasil, agar kerusakan gedung bisa ditangani. Prioritas utama kami adalah memastikan proses belajar mengajar kembali aman, nyaman, dan kondusif bagi para siswa," terang Purnyomo.

 

Kepala Disdik Kabupaten Grobogan, Purnyomo

Berbagi Ruang Kelas untuk Belajar

Pihak SD Tanggirejo kini terpaksa menerapkan sistem pembelajaran secara darurat, sambil menunggu kepastian anggaran perbaikan sekolah turun.

Semua ruang kelas di SD Tanggirejo yang rawan ambruk, kemudian dikosongkan. Selanjutnya aktivitas belajar dipindahkan ke sejumlah ruangan yang masih dinilai aman.

Penerapan pembelajaran secara darurat itu, membuat para siswa kelas I dan II harus berbagi satu ruang kelas dengan sistem sif bergantian.

Kemudian untuk siswa kelas III dan kelas IV, mereka belajar dalam satu ruangan yang hanya dipisahkan sekat triplek. Sedangkan siswa kelas V menjalani kegiatan belajar mengajar di musala sekolah.

Tak hanya ruang kelas saja, ruang guru juga harus dipindahkan ke perpustakaan yang juga mengalami kerusakan ringan.

Kondisi darurat yang menimpa di SD Tanggirejo, tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan. Yakni untuk mempercepat penanganan bangunan sekolah yang rusak.

Perbaikan dinilai mendesak, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman tanpa mengorbankan keselamatan warga sekolah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya