Liputan6.com, Jakarta - Robert Lewandowski menilai Lamine Yamal belum memperlihatkan kemampuan terbaiknya sepanjang Piala Dunia 2026. Meski demikian, bintang muda Spanyol itu tetap berperan penting membawa timnya menjadi juara dunia.
Lamine Yamal datang ke turnamen dalam kondisi belum sepenuhnya pulih dari cedera hamstring. Situasi itu membuat pelatih Luis De La Fuente harus mengatur menit bermainnya pada fase awal kompetisi.
Advertisement
Meski hanya mencetak satu gol, Yamal tetap menjadi ancaman di sisi kanan serangan Spanyol. Ia juga mencatatkan jumlah dribel terbanyak sepanjang turnamen dengan torehan 35 kali.
Spanyol akhirnya mengalahkan Portugal, Prancis, dan Argentina untuk meraih gelar juara dunia. Lewandowski pun memberikan penilaian terhadap performa mantan rekan setimnya di Barcelona tersebut.
Lewandowski Nilai Cedera Menghambat Performa Yamal
Lewandowski menilai kondisi fisik Yamal belum berada di level terbaik ketika tampil di Piala Dunia. Menurutnya, cedera membuat pemain berusia 19 tahun itu kehilangan ritme pertandingan.
Meski begitu, penyerang asal Polandia tersebut tetap memuji kualitas yang diperlihatkan Yamal. Ia menilai kerja sama antara sang pemain dan timnas Spanyol berjalan dengan sangat baik.
"Sejujurnya, tidak, kami belum melihat versi terbaiknya di turnamen ini. Bagi saya, penampilan terbaik Lamine bukan musim lalu, melainkan dua musim lalu. Itulah versi terbaik Lamine Yamal menurut saya," ucap Lewandowski kepada ESPN.
"Dia masih sangat muda, datang ke Piala Dunia setelah cedera, dan tidak bermain selama sekitar delapan pekan. Sangat sulit jika Anda absen selama delapan pekan lalu langsung tampil di Piala Dunia tanpa waktu latihan karena hanya berpindah dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Namun, dia tetap menunjukkan kualitas yang sangat baik. Para pemain Spanyol membantu Lamine dan Lamine juga membantu seluruh tim. Saya pikir kerja sama itu berjalan sempurna," lanjut Lewandowski.
Dukung Spanyol karena Ikatan di Barcelona
Lewandowski mengaku memberikan dukungan kepada Spanyol pada final melawan Argentina. Alasannya, ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan banyak pemain Spanyol sejak membela Barcelona.
Selama di klub Catalan tersebut, ia bermain bersama Yamal, Gavi, Pedri, Pau Cubarsi, dan Ferran Torres. Kedekatan itulah yang membuatnya lebih memilih mendukung Spanyol dibanding Argentina.