Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPRD Kabupaten Lebak Juwita Wulandari mengungkapkan awal mula terjadinya penculikan serta pengeroyokan kepada aktivis Fam Fuk Tjhong alias Uun. Peristiwa itu bermula saat Juwita sedang makan bersama suaminya. Uun mengirimkan pesan WhatsApp yang diduga dianggapnya tidak pantas.
"Jadi cerita awal sebenarnya curhatan suami istri, jadi Pak Uun WA japri ke saya, yang menurut saya tidak beretika. Kemudian saya bercerita ke suami saya, karena lagi makan," ujar Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari belum lama ini.
Advertisement
Hingga akhirnya pada Sabtu (18/7/2026), Uun diculik kemudian dikeroyok anggota ormas. Fam Fuk Tjhong yang merupakan pengurus ormas dan LSM di Kabupaten Lebak kemudian dibawa ke rumah Juwita.
Saat itu, politikus PDIP itu mengaku sedang kumpul bersama anak-anaknya di dalam kamar, kemudian pintunya diketuk oleh pengurus rumah tangga.
"Saya di kamar sama anak-anak saya, tiba-tiba pintu saya diketuk, disuruh keluar ternyata di luar sudah ada Pak Uun," terangnya.
Di rumah itulah, Juwita mengklaim telah terjadi kesepakatan damai antara dia dengan Uun, disaksikan oleh banyak pihak termasuk kepolisian.
Politikus PDIP itu mengklaim kesepakatan damai Uun dengan dirinya tidak ada unsur paksaan dari siapapun dan semua dilakukan secara kekeluargaan.
"Pak Uun minta maaf kemudian kita sudah membuat surat kesepakatan damai tanpa ada paksaan dengan ada saksi-saksi dari pihak saya, Pak Uun dan polisi sendiri," jelasnya.