Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/7/2026), pukul 11.18 WIB. Gempa terasa hingga Medan, Sumatera Utara.
Di tengah sorotan tersebut, gempa tercatat pernah menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial (medsos).
Advertisement
Berikut sejumlah hoaks seputar gempa yang telah diverifikasi kebenarannya:
1. Cek Fakta: Hoaks BMKG Prediksi Gempa Besar pada 5 Maret 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim unggahan yang menyebutkan BMKG memprediksi gempa besar pada 5 Maret 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Himbauan Bagi Kita Semua. Ini Info dari BMKG. Mudah²an Nanti tidak Terjadi. Amin..."
Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
"BMKG
PERINGATAN DINI GEMPA BESAR
BMKG MENGHIMBAU UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA
ADA KEMUNGKINAN TERJADINYA GEMPA BESAR SKALA BESAR PADA TANGGAL 5 MARET 2026"
Lalu benarkah klaim unggahan yang menyebutkan BMKG memprediksi gempa besar pada 5 Maret 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Cek Fakta: Hoaks BMKG Prediksi Gempa Megathrust Akan Terjadi di Seluruh Indonesia pada 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim unggahan yang menyebutkan BMKG memprediksi gempa megathrust akan terjadi di seluruh Indonesia pada 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 23 Februari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Himbauan Resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi, termasuk kemungkinan gempa megathrust yang secara ilmiah memang menjadi bagian dari dinamika wilayah Indonesia.
Indonesia berada di kawasan cincin api, sehingga aktivitas gempa merupakan hal yang perlu diwaspadai bersama. Namun hingga saat ini, gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti waktu kejadiannya.
BMKG mengajak masyarakat untuk:
Mengikuti informasi resmi hanya dari BMKG dan instansi terkait.
Mempersiapkan tas siaga bencana dan memahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing.
Tidak mudah percaya pada isu atau kabar yang belum terverifikasi.
Tetap waspada, perbanyak doa, dan tingkatkan kesiapsiagaan tanpa menyebarkan kepanikan. Bersama kita bisa lebih siap menghadapi segala kemungkinan."
Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
"BMKG MENGHIMBAU UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA
TETAP BERHATI-HATI DAN WASPADA
ADA GEMPA MEGATHRUST DI SELURUH PULAU INDONESIA DI TAHUN 2026 DALAM WAKTU DEKAT AKAN SEGERA TERJADI
Gempa Megathrust
Gempa megathrust adalah gempa bumi besar yang terjadi di zona subduksi, di mana lempeng tektonik satu menunjam di bawah lempeng lainnya
SIAPKAN DIRI AND DENGAN ALAT PELINDUNG SIAPKAN RUMAH ANDA SIAPKAN KELUARGA ANDA SIAPKAN KOMUNIKASI ANDA
2026
DALAM WAKTU DEKAT AKAN SEGERA TERJADI"
Lalu benarkah klaim unggahan yang menyebutkan BMKG memprediksi gempa megathrust akan terjadi di seluruh Indonesia pada 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
3. Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video ini Merupakan Peristiwa Gempa di Aceh pada 11 Mei 2025
Sebuah video yang diklaim peristiwa gempa di Aceh beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 11 Mei 2025.
Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik itu menampilkan suasana di perumahan warga. Sebagian dari atap dari rumah-rumah itu beterbangan. Tak hanya itu, seorang warga yang melihat kejadian itu terdengar melantunkan azan. Video itu kemudian dikaitkan dengan peristiwa gempa yang mengguncang Aceh Barat Daya pada 11 Mei 2025.
"GEMPA BUMI BERKEKUATAN MAGNITUDO 6,2 MENGGUNCANG WILAYAH ACEH BARAT DAYA, PADA MINGGU (11/5) SEKITAR PUKUL 15.57 WIB," demikian narasi dalam video tersebut.
"Gempa Aceh...." tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 4.300 kali ditonton dan mendapat 31 komentar dari warganet.
Benarkan dalam video itu merupakan peristiwa gempa di Aceh pada 11 Mei 2025? Berikut hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.