Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Sebut Aset Gono-Gini Bermasalah di Bank

Sarwendah mengungkap alasan pindah rumah. Kuasa hukum menyebut aset gono-gini yang diterimanya tersangkut utang dan terancam lelang.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 22 Juli 2026, 13:20 WIB
Sarwendah mengenai hak asuh anak (KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah akhirnya buka suara soal alasannya pindah dari rumah lamanya. Ia diketahui kini menempati kediaman baru di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa kepindahan itu berkaitan dengan pembagian harta gono-gini pasca perceraian Sarwendah dengan Ruben Onsu.

"Surat dari bank juga ya, bahwa akan ada rencana lelang juga. Ya jadi rumah ini kan bagian dari gono-gini sebenarnya. RO mendapatkan dua aset, klien kami mendapatkan dua aset," ujar Chris Sam Siwu saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

"Tetapi aset yang didapat RO adalah aset yang clean and clear, tidak ada permasalahan di bank. Ternyata yang diberikan kepada klien kami ini bermasalah di bank, yang nilainya cukup fantastis," sambungnya.


Tak Mau Terseret Lagi dengan Masalah Rumah

Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (© KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Chris melanjutkan, kliennya tidak ingin lagi terseret masalah tersebut mengingat kondisi finansialnya saat ini sudah mandiri. 

"Klien kami tidak mau terseret lagi dengan pusaran itu, klien kami dengan finansial yang sudah mandiri, ya, klien kami lebih baik (memilih) untuk pindah. Untuk mencari apa? Mencari kebahagiaan dengan anak-anak," katanya.

"Sehingga mohon dihormati saja prosesnya bagaimana dengan bank, yaitu urusan nanti kami lawyer yang menangani, yang penting Bu Wenda tidak mau lagi ditarik-tarik, kesannya ini masih punya RO segala macam, itu sebenarnya sudah clear," lanjut Chris.


Tak Mudah Menjelaskan Alasan Pindah kepada Anak-Anak

Sarwendah sendiri mengaku proses menjelaskan kepindahan ke anak-anaknya bukan hal mudah. Ia berusaha memberi pengertian tanpa menyudutkan siapa pun.

"Pasti butuh perjuangan saya ya untuk menjelaskan kenapa harus pindah, gitu. Saya akan menjelaskan seminim mungkin gitu, sebaik mungkin tanpa memojokkan satu sama lain gitu," kata Sarwendah.

Chris menambahkan bahwa utang di rumah tersebut ternyata sudah ada sejak sebelum kesepakatan gono-gini diteken, namun belum pernah dilunasi hingga kini.

"Pada saat selesai ditandatangani, berjalan dibagi dua rumah, ternyata rumah yang ditempati yang ditinggali ternyata ada sangkutan hutang yang luar biasa besar, yang mana ternyata sebelum ditandatangani kesepakatan itu sudah ada hutang itu dan ternyata itu juga belum dibayarkan. Jadi dari Agustus 2024. Nah sehingga makanya sudah ternyata ke kami dengar sudah ada proses untuk lelang. Nah itu yang membuat klien kami kaget," pungkas Chris.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya