Liputan6.com, Jakarta - Arda, suami dari vokalis band Kotak Tantri Syalindri, memberikan pernyataannya usai istrinya mengalami kejadian tak menyenangkan saat manggung di Geopark Ciletuh, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Vokalis band Kotak tersebut tiba-tiba dihampiri oleh seorang pria yang langsung memeluknya sesaat setelah penampilannya berakhir.
Melalui unggahan story Instagramnya, Arda mengungkapkan dukungannya kepada istrinya yang berkarya di dunia musik. Baginya itu merupakan pekerjaan yang begitu berarti bagi banyak orang.
Advertisement
“Saya mengizinkan istri saya terus berkarya, bernyanyi dan menghibur banyak orang. Saya bangga dengan pekerjaannya dan saya tahu kebahagiaan yang dia berikan di atas panggung begitu berarti bagi banyak orang bahkan untuk dirinya sendiri,” tulis pria bernama lengkap Hatna Danarda ini.
Ia juga menuliskan bahwa sebagai seorang suami, ia tidak bisa selalu menemani Tantri di setiap panggung. Menurutnya, kejadian tersebut mungkin terjadi karena pria itu terlalu senang dan bersemangat, namun tidak bisa diwajarkan karena tetap harus ada batas yang dihormati.
“Tolong jaga dia ya. Saya gak selalu bisa mendampinginya di setiap panggung. Saya paham mungkin mas yang naik ke panggung sedang antusias, terbawa suasana, mungkin juga gak berniat buruk. Tapi gini, seexcited apa pun kita sebagai penonton, tetap ada batas yang harus dihormati. Seorang penyanyi yang sedang bekerja juga berhak merasa aman. Dan seorang suami tentu akan merasa cemas ketika melihat istrinya berada dalam situasi seperti itu," tulisnya.
"Terima kasih untuk semua yang sigap menjaga istri saya!” lanjutnya dalam unggahan tersebut.
Arda Sempat Emosi
Seperti yang diberitakan sebelumnya, menurut pengakuan Tantri, kejadian tersebut memang sempat memancing reaksi keras Arda. Awalnya Arda hanya mendengar cerita singkat dari Tantri, namun emosinya memuncak setelah melihat rekaman video yang beredar.
"Saya cuma bilang tadi malam hampir ada yang mau meluk. Responsnya biasa saja. Tapi pas lihat videonya langsung bilang, 'Tak antemi wong ngene nek ketemu!' (Saya pukul orang begini kalau ketemu)," ujar Tantri Kotak.
Tantri Kotak Berharap Kejadian Ini Tak Terulang
Tantri berharap apa yang dialaminya tak kembali terulang dan menimpa orang lain pada kemudian hari. Ia menilai panggung seharusnya menjadi ruang aman bagi siapa saja yang terlibat dalam seni pertunjukan.
"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kepada siapa pun yang sedang ttampil di atass panggung. panggung seharusnya menjadi ruang yang aman, baik untuk musisi maupun sepuruh tim yang bekerja di balik pertunjukkan," tuturnya.
Konser yang Menyenangkan
Di luar insiden ini, Tantri menceritakan keseluruhan konser berjalan menyenangkan. Ia seperti merasakan kembali euforia pertunjukan musik, di mana semua orang menikmati alunan lagu tanpa harus sibuk dengan gawai masing-masing.
"Padahal sepanjang konser di ciletuh menyenangkan sekali. rasanya seperti kembali ke vibe konser tahun 2010 an saat penonton benar benar menikmati musik tanpa sibuk merekam setiap momen," kata Tantri dalam salah satu unggahannya di Instagram.