Presiden Liga Spanyol Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA, Ini Alasannya

Javier Tebas mendesak Gianni Infantino mundur dari FIFA usai Piala Dunia 2026. Presiden Liga Spanyol itu juga mengkritik wacana penambahan peserta menjadi 64 ti

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 22 Juli 2026, 05:40 WIB
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Javier Tebas melontarkan kritik keras kepada FIFA setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Presiden Liga Spanyol itu bahkan meminta Gianni Infantino mengundurkan diri karena menilai kebijakannya merusak industri sepak bola.

Kritik tersebut juga berkaitan dengan wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Menurut Tebas, langkah itu hanya akan memperburuk kondisi kompetisi sepak bola di seluruh dunia.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara. Turnamen berikutnya yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko bahkan disebut berpotensi menggunakan format 64 peserta.

Selain soal jumlah peserta, Tebas turut menyoroti berbagai kebijakan FIFA selama turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ia menilai banyak keputusan yang diambil lebih menguntungkan FIFA dibanding perkembangan sepak bola secara keseluruhan.


Tebas Tolak Penambahan Peserta Piala Dunia

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Tebas menilai penambahan jumlah peserta Piala Dunia tidak memiliki alasan yang kuat. Menurutnya, kompetisi domestik justru menjadi fondasi utama yang menjaga keberlangsungan industri sepak bola.

Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola tidak bisa hanya berpusat pada Piala Dunia. Keberadaan liga nasional disebut jauh lebih penting bagi kelangsungan olahraga tersebut.

"Menambah jumlah tim nasional tidak masuk akal. Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, meskipun itu adalah ajang paling penting," ujar Tebas kepada La Gazzetta dello Sport.

"Tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia. Kompetisi nasional yang menopang olahraga ini. Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola yang menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan hanya demi turnamen yang berlangsung 40 hari dan hanya melibatkan sebagian kecil pemain.

"Kami membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan perlindungan yang lebih besar terhadap sepak bola nasional di semua level. Mereka tidak menyadarinya dan mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," lanjut Tebas.


Desak Infantino Mundur dari FIFA

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Tebas menilai masa kepemimpinan Gianni Infantino sudah seharusnya berakhir. Namun, ia mengakui peluang perubahan cukup kecil karena Infantino masih mendapat dukungan dari banyak federasi.

Menurut Tebas, tidak adanya kandidat penantang membuat situasi di FIFA sulit berubah. Ia bahkan menyebut sistem yang ada saat ini sudah bermasalah sejak awal.

Lanjut Baca:

"Menurut saya, ya, dia seharusnya mengundurkan diri. Saya rasa masa kepemimpinannya sudah selesai," kata Tebas. "Namun, dia mendapat dukungan dari sistem dan federasi sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan. Tidak ada kandidat oposisi karena tidak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Sistem ini sudah sakit sejak akarnya," tegas Tebas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya