BREN Kantongi Pinjaman Rp 5,37 Triliun dari Bangkok Bank

Manajemen PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usaha memakai pinjaman dari Bangkok Bank untuk proyek panas bumi.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Juli 2026, 14:00 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usaha Star Energy Group Holdings Pte Ltd (SEGHPL) mendapatkan pinjaman dari Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) senilai US$ 300 juta atau Rp 5,37 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.930) pada 17 Juli 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (22/7/2026), anak usaha perseroan akan memakai pinjaman untuk mendukung kebutuhan pendanaan, menjaga fleksibilitas keuangan, dan menjamin kelancaran kegiatan operasional serta pengembangan usaha.

Perseroan dan SEGHPL telah menandatangani perjanjian fasilitas itu US$ 300 juta yang terdiri dari dua komitmen fasilitas. Pertama, komitmen fasilitas A sejumlah US$ 105 juta. Kedua, komitmen fasilitas B sejumlah US$ 195 juta.

Adapun tujuan pemakaian dana berdasarkan perjanjian fasilitas US$ 300 juta, antara lain:

1.Fasilitas A untuk biaya pra-konstruksi hingga sebesar US$ 105 juta untuk proyek pengembangan wilayah proyek panas bumi Suoh Sekincau yang berlokasi di Sumatera.

2.Fasilitas B untuk biaya konstruksi antara lain:

-Proyek pengembangan Suoh Sekincau hingga sebesar US$ 105 juta melalui penyertaan modal atau equity injection ke dalam PT Star Energy Suoh Sekincau.

-Proyek pengembangan wilayah proyek panas bumi Hamiding yang berlokasi di Maluku atau proyek pengembangan Hamiding hingga sebesar US$ 90 juta melalui penyertaan modal atau equity injection ke dalam PT Star Energy Geothermal Indonesia.

 

Manfaat Pinjaman

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seiring perjanjian fasilitas US$ 300 juta itu, perseroan dan SEGHPL berharap dapat mencapai sejumlah manfaat yakni:

1.Menyediakan sumber pendanaan yang memadai bagi perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha untuk mendukung kebutunan operasional, belanja modal, dan pengembangan proyek yang  sednag berjalan maupun yang akan dikembangkan pada masa mendatang.

2.Meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas dan struktur pendanaan pada tingkat kelompok usaha

3.Memperkuat posisi keuangan dan kapasitas pendanaan kelompok usaha dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang panas bumi dan ketenagalistrikan

4.Mendukung optimalisasi pengelolaan arus kas serta kebutuhan modal kerja perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha,

5.Menciptakan sinergi pendanaan dalam kelompok usaha. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan pencapaian tujuan komersial kelompok usaha secara keseluruhan.

Pinjaman yang didapatkan perseroan memiliki jatuh tempo untuk fasilitas A dan fasilitas B adalah tanggal yang jatuh pada 60 bulan sejak, dan termasuk tanggal penarikan pertama fasilitas A. Hal ini dengan ketentuan apabila tanggal jatuh tempo akhir itu bukan merupakan hari kerja, tanggal jatuh tempo akhir adalah hari kerja sebelumnya.

Di sisi lain, berdasarkan penentuan materialitas transaksi berdasarkan laporan keuangan konsolidasi perseroan dan entitas anak pada 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 dengan laporan audit independen pada 18 Maret 2026. Dari laporan itu ditetapkan ekuitas perseroan sebesar US$ 883,51 juta. Seiring hal itu, nilai transaksi adalah 33,95% dari nilai ekuitas perseroan.

Green Era Energy Lepas 350 Juta Saham BREN, Nilainya Segini

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, salah satu pemegang saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yakni Green Era Energy Pte Ltd melepas 350 juta saham pada Senin, 6 April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (7/4/2026), Green Era Energy Pte Ltd menjual 350 juta saham BREN dengan harga Rp 4.510 per saham pada 6 April 2026. Dengan demikian, nilai transaksi penjualan saham BREN sekitar Rp 1,57 triliun.

"Tujuan transaksi menambah free float dan likuiditas saham yang beredar di pasar dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, Green Era Energy Pte Ltd mengenggam 22,66% atau 30,32 miliar saham BREN. Sebelumnya, Green Era Energy Pte Ltd memiliki 22,92% saham BREN ata setara 22,92%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya