Liputan6.com, Jakarta - Samsung dikenal sebagai raksasa teknologil yang menghadirkan perangkat keras kelas atas dan banyak fitur perangkat lunak.
Dengan banyaknya fitur yang diluncurkan, semakin banyak pula fitur lama yang ditinggalkan. Berikut untuk melihat fitur-fitur lama Samsung.
Advertisement
1. Panel Edge Pihak Ketiga
Fitur panel edge dulunya diluncurkan pada Galaxy Note Edge sebagai layar edge, dan masih ada hingga bertahun-tahun kemudian. Namun, tidak lagi dipertahankan. Demikian sebagaimana dikutip dari How To Geek, Rabu (22/7/2026).
Secara default, satu-satunya panel edge yang aktif adalah “Aplikasi,” peluncur aplikasi favorit paling sederhana. Ada juga panel untuk kontak, tugas, cuaca, dan layanan Samsung lainnya. Awalnya fitur ini bisa diunduh dari Galaxy Store tetapi kemudian dihapus pada One UI 7.
Opsi dari pihak ketiga dulunya menghadirkan lebih banyak variasi pada panel edge. Pengguna membuat panel untuk kalkulator, tautan browser, tombol Pengaturan Cepat, Twitter atau X, dan lain sebagainya.
2. Transmisi Magnetik Aman (MST)
Dahulu, membayar dengan menempelkan ponsel pada mesin kasir terasa sangat baru dan menarik, terlebih hanya ponsel Samsung Galaxy yang memiliki teknologi ini.
Transmisi Magnetik Aman (Magnetic Secure Transmission/MST) mengirim sinyal magnetik dari ponsel Galaxy ke terminal pembayaran, meniru cara kerja pada kartu kredit. Teknologi ini pada dasarnya seperti 'mengoceh' terminal agar mengira kartu telah digesek.
Tidak masalah jika terminal tersebut sudah lama, karena kamu masih bisa menikmati kemudahan pembayaran dengan cara menempelkan ponsel (tap-to-pay).
Belakangan ini, sebagian besar toko mendukung teknologi tap-to-pay berbasis NFC. Meskipun begitu, penerapannya masih belum meluas. Umumnya, toko-toko kecil belum menerapkan teknologi ini.
3. Widget pada Layar Kunci
Fitur widget layar kunci pada Android dikenal tidak konsisten, Samsung pun menunjukkan hal serupa. Sebelum One UI 7 rilis pada 2024, pengguna dapat memasang widget berukuran penuh di layar kunci, dan kini tidak bisa lagi.
Meskipun widget berukuran penuh di layar kunci kini resmi ada sejak Android 16, Samsung justru mengadopsi widget mirip dengan yang ada di iPhone. Disebutkan fitur ini mengalami penurunan, mengingat widget hanya sebesar ikon biasa dan ruang untuk widget juga terbatas.
4. Pemindai Iris
Kebanyakan ponsel Android, termasuk perangkat Samsung Galaxy, dilengkapi dengan fitur “Pengenalan Wajah.” Namun, jika kamu memiliki ponsel Pixel, fitur ini tidak bisa digunakan saat pembayaran dan masuk aplikasi bank. Samsung sempat mempertimbangkan hal ini, tetapi akhirnya memilih menyerah.
Selama beberapa tahun, Samsung menghadirkan pemindai iris pada lini ponsel Galaxy kelas atas. Pemindai tersebut memenuhi standar biometrik Kelas 3, dapat digunakan untuk pembayaran, aplikasi bank, dan sebagainya.
Kemudian, Samsung meninggalkannya setelah seri Galaxy S20 dan tidak menggantinya dengan kamera depan yang kompatibel dengan standar Kelas 3. Akibatnya, kamu perlu menggunakan sidik jari sebagai keamanan tinggi.