Prabowo: Pemimpin Indonesia Selalu Ditakuti, Takut Pasar hingga Rating Agency

Presiden Prabowo menyoroti mengenai rating agency atau lembaga pemeringkat. Ia menilai, Indonesia juga perlu percaya kekuatan sendiri.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Juli 2026, 05:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai, pemimpin Indonesia selalu ditakuti dengan respons pasar dan rating agency atau lembaga pemeringkat. Meski demikian, ia mendorong untuk arah pembangunan berdasarkan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia.

"Kita bangsa 280 juta, pemimpinnya selalu ditakuti.Supaya kita memimpin dengan ketakutan. Takut dengan pasar, takut dengan rating agency, takut dengan itu,” ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, (20/7/2026).

Prabowo mengatakan, Indonesia juga harus percaya kepada kekuatan sendiri. Ia menuturkan, pembangunan Indonesia didasarkan pada kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan arah pembangunan lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.

"Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Percaya kepada hal-hal yang asasi, basic, bukan menurut selera kita. Basic menurut pakar dunia, basic menurut PBB, SDG. PBB sudah meramalkan bahaya kelaparan, food, energy, water mereka canangkan SDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan,” kata dia.

Prabowo pun menyoroti mengenai upaya membantu masyarakat miskin lewat sejumlah program tetapi dibilang pemborosan.

“Kalau kita mau bantu rakyat miskin dibilang pemborosan. Kecurangan, penyelundupan diam.  Orang besar kasih kredit triliunan, orang kecil tidak terima apa-apa,” kata dia.

Sesuai arah pembangunan SDG menurut PBB, Prabowo menuturkan, pihaknya berkomitmen menghapus kemiskinan dan kelaparan. Apalagi Indonesia juga masuk sebagai anggota G20.

“Zero hunger, tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar,” ujar dia.

 

 

Berada di Jalan yang Benar

Presiden Prabowo saat Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri. (Foto: tangkapan layar Sekretariat Presiden)

Ia pun mendorong untuk mengirim tim ke sejumlah negara antara lain India, Brasil, China dan Vietnam untuk belajar menghilangkan kelaparan. “SDG ketiga, good health and well being. Nomor empat, quality education. Lima gender equality. Enam clean water. Tujuh, affordable and clean energy. Decent work and economic growth. Industry, innovation, infrastructure, reduce inequalities. Saudara-saudara, ini yang kita sedang kerjakan,” kata Prabowo dikutip dari laman Setneg.go.id.

Ia menambahkan, praktik-praktik ilegal antara lain ilegal mining, perkebunan ilegal, illegal logging, penyelundupan, under-invoicing dan transfer pricing sesuatu yang harus diberantas.

"Jadi jangan ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang rasional. Yang tidak rasional adalah tadi. Ilegal mining, kebun ilegal, illegal logging, penyelundupan, under-invoicing, transfer pricing. Itu adalah fraud, itu adalah pidana,” ujar Prabowo .

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya