Analis Prediksi IHSG Wait and See Jelang Rapat BI, Saham Perbankan Tetap Menarik

Analis menilai, pelaku pasar mencermati arah kebijakan Bank Indonesia (BI) ke depan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan wait and see menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Analis Pasar Modal Hendra Wardana menilai pelaku pasar akan lebih mencermati arah kebijakan Bank Indonesia dibandingkan keputusan suku bunga acuan semata.

Hendra memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.000-6.300 selama pekan RDG BI. Menurutnya, pasar akan merespons positif apabila Bank Indonesia tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi.

"Pelaku pasar tidak hanya menanti keputusan mengenai BI Rate, tetapi juga mencermati arah kebijakan Bank Indonesia ke depan. Selama BI tetap mengedepankan keseimbangan antara menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi, reaksi pasar diperkirakan cenderung positif,” kata Hendra kepada Liputan6.com, Selasa (21/7/2026).

Hendra menjelaskan, sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif berpotensi menekan sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga. Namun, kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Untuk jangka menengah, Hendra menilai prospek IHSG hingga akhir 2026 masih positif. Ia memperkirakan IHSG berpeluang bergerak ke kisaran 6.700-6.900, bahkan menguji level psikologis 7.000 apabila arus modal asing terus mengalir, stabilitas rupiah terjaga, dan kinerja emiten membaik pada semester II.

“Masuknya dana asing pada perdagangan akhir pekan lalu dapat menjadi sinyal awal bahwa kepercayaan terhadap pasar domestik mulai membaik. Yang lebih penting adalah apakah arus dana asing tersebut berlangsung secara konsisten dalam beberapa pekan ke depan,” ujarnya.

 

Rekomendasi Saham

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Hendra merekomendasikan investor tetap selektif dengan mengutamakan sektor perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan infrastruktur. Menurut dia, valuasi pasar saham Indonesia masih menarik karena price to earnings ratio (PER) IHSG berada di bawah sembilan kali, sehingga strategi buy on weakness dinilai lebih tepat dibandingkan mengejar kenaikan harga saham.

Ia juga merekomendasikan saham BMRI dengan target harga Rp 4.710, BBCA Rp 6.850, BBRI Rp 3.130, dan TLKM Rp 3.030 sebagai pilihan utama di tengah potensi pemulihan pasar saham hingga akhir tahun.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya