Liputan6.com, Madrid - Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun tewas setelah sebagian bangunan air mancur ambruk di Provinsi Salamanca, Spanyol, di tengah perayaan kemenangan negara itu di Piala Dunia 2026.
Layanan darurat mengatakan kepada BBC bahwa dua korban lain juga terluka dalam insiden tersebut. Salah satunya adalah seorang anak yang dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami patah tulang kaki.
Advertisement
Insiden terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat pada Senin (20/7/2026) di air mancur Arbol Gordo, Ciudad Rodrigo. Saat itu, sejumlah anak muda berada di dalam dan di sekitar air mancur untuk merayakan kemenangan Spanyol sebelum sebagian bangunannya ambruk.
"Perayaan kemenangan tim nasional sepak bola Spanyol di Piala Dunia yang seharusnya berlangsung penuh suka cita justru berubah menjadi tragedi," tulis Pemerintah Kota Ciudad Rodrigo di media sosial.
Media setempat melaporkan, bagian bangunan itu ambruk setelah beberapa orang naik ke atasnya saat merayakan kemenangan Spanyol.
Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia, Minggu (19/7), setelah Ferran Torres mencetak gol pada babak perpanjangan waktu.
Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah sebelumnya menjadi juara pada 2010.
Insiden tragis itu bukan satu-satunya yang terjadi di tengah riuh Piala Dunia. Pada awal bulan ini, tiga orang meninggal dunia karena kehabisan napas akibat berdesakan dan saling injak saat mengikuti perayaan kemenangan tim nasional Meksiko atas Ekuador di babak penyisihan Piala Dunia di kawasan monumen Angel of Independence, Mexico City. Di tengah kepanikan massal yang dipicu oleh ledakan kembang api di kerumunan tersebut, seorang pria berusia 30 tahun meninggal setelah mengalami serangan epilepsi parah yang berujung pada henti jantung sebelum sempat dievakuasi oleh tim medis.