Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Saat membuka sidang, Prabowo mengingatkan para pembantunya bahwa tidak ada kekuasaan yang berlangsung selamanya.
Advertisement
Menurutnya, setiap pemerintahan dan pemimpin memiliki masa kepemimpinannya masing-masing.
"Tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan pemerintah masih menghadapi berbagai persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari kesejahteraan guru, ketersediaan lapangan pekerjaan, hingga kemiskinan ekstrem.
Ia menegaskan pemerintah memperoleh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
"Kita diberi mandat oleh rakyat untuk hadapi dan selesaikan masalah," ujarnya.
Sidang Kabinet Paripurna ini menjadi yang pertama digelar setelah sekitar empat bulan. Terakhir, Prabowo menggelar sidang serupa pada 13 Maret 2026.
Pertanyakan Program MBG Kenapa Diserang
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menanggapi kritik sejumlah ekonom terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kritik tersebut tidak sebanding dengan besarnya persoalan kebocoran ekonomi yang selama ini terjadi.
"Saudara-saudara saya diserang karena memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia. Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dianggap pemborosan, tapi ribuan triliun yang menguap yang pergi dari bumi Indonesia setiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, program MBG bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan. Namun, kebijakan tersebut justru dinilai sebagai pemborosan anggaran.
"Kita mau memberi makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan anak-anak sekolah. Kita dituduh pemborosan. Kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah alasannya karena boros," ujarnya.
Sidang Kabinet Paripurna dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, wakil menteri, utusan khusus Presiden, dan kepala lembaga. Agenda tersebut menjadi forum evaluasi pelaksanaan program kementerian dan lembaga sekaligus membahas percepatan program prioritas pemerintah.