Liputan6.com, Jakarta - Indah Permatasari kembali menyapa penonton lewat film terbaru berjudul Ibadah & Cinta. Dalam film tersebut, istri komika Arie Kriting tersebut memerankan karakter Santun, putri seorang kiai yang memiliki pemikiran modern dan prinsip hidup yang kuat.
Indah menjelaskan, Santun adalah perempuan yang memahami apa yang diinginkan dalam hidup. Meski berasal dari keluarga pesantren dan sempat dihadapkan pada perjodohan, Santun memilih memperjuangkan keyakinannya sendiri.
Advertisement
"Aku jadi Santun, dia anak Pak Kiai yang taat. Dia juga sangat modern sebagai perempuan, pintar dan tahu apa yang dia mau. Walaupun dia dijodohkan sama seseorang, dia tidak mau melakukan itu," kata Indah Permatasari di Kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
"Beribadah dan melanjutkan pesantren bapak itu menurut dia yang utama. Tapi ternyata jalannya berbeda, dia mendapat pasangan yang bukan kriteria dia. Dari situ Santun harus belajar gimana menerima, apakah ini ujian buat dia," sambung Indah.
Selama proses syuting, Indah mengaku banyak mengalami momen emosional yang membekas.
Proses Syuting di Australia
Salah satu yang paling diingat adalah saat menjalani proses produksi di Australia bersama para pemain dan kru yang terasa seperti keluarga sendiri.
"Banyak banget momen yang berkesan, ada yang bikin nangis juga. Aku bersyukur bisa main sama teman-teman di sini karena semuanya sangat humble. Waktu kami di Australia itu terasa sekali kekeluargaannya. Kadang rezeki bukan sekadar materi, tapi dipertemukan teman-teman dan orang-orang yang memberi nasihat untuk kehidupan yang lebih baik, itu juga rezeki," tuturnya.
Langsung Jatuh Hati pada Film Ibadah & Cinta
Sementara itu, sutradara Jastis Arimba mengaku langsung jatuh hati pada cerita Ibadah & Cinta sejak pertama kali ditawarkan kepadanya. Menurutnya, film yang dijadwalkan tayang mulai 24 September 2026 ini menghadirkan kisah hangat yang memaknai cinta, kehilangan, dan keikhlasan secara mendalam.
"Sebenarnya penulis utamanya Mas Ifan Ismail. Ketika awal ditawari, saya sudah jatuh cinta sama ceritanya. Karena ceritanya sangat hangat, bagaimana film ini memaknai arti cinta, kehilangan, dan keikhlasan. Tugas saya menghadirkan film ini serealis mungkin. Saya juga bersyukur bisa bekerja sama dengan pemain-pemain yang luar biasa," jelas Jastis.
Juga Hadir dalam Novel
Tak hanya hadir dalam format film, Ibadah & Cinta juga dikembangkan menjadi novel yang berjalan beriringan dengan cerita layar lebarnya. Produser Aris Muda Irawan memastikan novel tersebut tidak akan membocorkan alur utama film.
"Ada pesan yang ingin kami sampaikan lewat berbagai platform. Ada poster, trailer, OST, dan novel. Tapi kami pastikan apa yang dibaca di novel tidak menjadi spoiler film. Jadi benar-benar 3 in 1 dengan pendekatan berbeda-beda," terang Aris Muda.