Lionel Scaloni Belum Pastikan Masa Depannya usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026

Lionel Scaloni belum memastikan masa depannya sebagai pelatih Argentina setelah kalah di final Piala Dunia 2026. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk berpikir.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 Juli 2026, 09:46 WIB
Pelatih kepala Timnas Argentina, Lionel Scaloni, bereaksi saat upacara penyerahan trofi di akhir pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (Odd ANDERSEN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Lionel Scaloni belum memberikan kepastian mengenai masa depannya sebagai pelatih timnas Argentina setelah kekalahan di final Piala Dunia 2026. Kontraknya bersama Albiceleste akan berakhir pada penghujung tahun 2026 dan ia mengaku perlu waktu untuk menentukan langkah berikutnya.

Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 pada laga final, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan La Furia Roja lewat gol yang dicetak pada babak kedua perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Argentina yang sebelumnya mampu bangkit lewat sejumlah kemenangan dramatis di fase gugur. Mereka sempat membalikkan keadaan saat menghadapi Cape Verde, Mesir, dan Inggris sebelum mencapai partai puncak.

Scaloni mengaku bangga terhadap perjuangan para pemainnya sepanjang turnamen. Namun, ia merasa perlu melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan mengenai kelanjutan kariernya bersama timnas Argentina.


Scaloni Belum Putuskan Masa Depannya

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni,saat pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 melawan Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin (22/6/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Scaloni mengungkapkan bahwa dirinya akan lebih dulu berdiskusi dengan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina sebelum mengambil keputusan. Meski demikian, ia mengisyaratkan sudah memiliki gambaran mengenai langkah yang akan ditempuh.

Pelatih berusia 48 tahun itu menegaskan akan menghormati kontraknya hingga selesai. Setelah itu, ia akan menentukan apakah masih akan melanjutkan pekerjaannya bersama Albiceleste.

"Saya akan berbicara dengan presiden federasi, tetapi kurang lebih saya sudah memiliki gambaran tentang apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya, lalu setelah itu baru melihat situasinya," ujar Scaloni.

"Sejujurnya, saya merasa perlu waktu untuk berpikir karena saya tidak tahu apakah kami bisa melakukan sesuatu sebesar ini lagi. Kami harus membicarakannya. Saya berterima kasih kepada presiden AFA yang telah memberikan kesempatan ini kepada saya. Berada di posisi seperti sekarang adalah impian semua orang. Kami sudah berusaha sampai menit terakhir, baik staf pelatih maupun para pemain. Saya hanya ingin mengambil waktu untuk berpikir," lanjut Scaloni.


Akui Berat Bangun Tim Baru

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam pertandingan melawan Aljazair di Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (AP Photo/Charlie Riedel)

Scaloni tidak mampu menahan emosinya ketika mengenang perjalanan panjangnya bersama Argentina. Ia mulai menangani tim nasional pada 2018 sebagai pelatih sementara sebelum akhirnya membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 dan Copa America 2021 serta 2024.

Lanjut Baca:

Menurutnya, mempertahankan level tim seperti saat ini bukan perkara mudah. Ia menilai Argentina membutuhkan proses baru jika ingin kembali bersaing di level tertinggi. "Tempat ini luar biasa. Untuk bisa terus melanjutkan, kami membutuhkan banyak hal. Kami harus memulai lagi. Kami harus membentuk kelompok seperti yang kami miliki sekarang, dan itu sangat sulit untuk dibangun kembali. Hal itu benar-benar menyakitkan hati saya. Saya minta maaf," kata Scaloni. "Saya harus berterima kasih kepada kelompok pemain ini. Mereka adalah para pejuang," imbuh Scaloni.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya