Kebakaran Hutan Ontario Bayangi Final Piala Dunia 2026, Ini Sikap FIFA

Asap kebakaran hutan Kanada picu peringatan udara di New York–New Jersey jelang final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina.

oleh Vincentius AtmajaDiterbitkan 18 Juli 2026, 22:40 WIB
Warga memandang cakrawala pusat kota Toronto dari Kepulauan Toronto saat kabut asap akibat kebakaran hutan di Ontario Utara menyelimuti kota dan menurunkan kualitas udara, Toronto, Ontario, Kanada, Kamis, 15 Juli 2026. (AFP/ Cole Burston)

Liputan6.com, Jakarta - Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dijadwalkan berlangsung di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Menjelang laga akbar ini, asap kebakaran hutan di Ontario, Kanada, menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara di wilayah timur laut Amerika Serikat, termasuk New Jersey.

Duel ini menjadi kesempatan Lionel Messi mengejar gelar kedua beruntun, sementara Lamine Yamal memburu trofi perdana sekaligus mengakhiri puasa juara Piala Dunia Spanyol sejak 2010.

Pertanyaan mengenai kemungkinan perubahan venue mencuat di tengah peringatan kualitas udara regional, seperti dilaporkan Give Me Sport.


FIFA Tak Pertimbangkan Pemindahan Laga

Warga memandang cakrawala pusat kota Toronto dari Kepulauan Toronto saat kabut asap akibat kebakaran hutan di Ontario Utara menyelimuti kota dan menurunkan kualitas udara, Toronto, Ontario, Kanada, Kamis, 15 Juli 2026. (AFP/ Cole Burston)

Para penggemar menanti sikap FIFA terkait potensi dampak kabut asap terhadap final. Sejumlah sumber menyebut masalah ini tidak mengkhawatirkan FIFA seiring membaiknya prakiraan cuaca, menurut laporan ESPN.

"Faktanya, FIFA tampaknya tidak berniat memindahkan lokasi pertandingan final, meskipun ada kekhawatiran tersebut," tulis pemberitaan Give Me Sport.

Sebelumnya, pertandingan Major League Soccer antara Vancouver Whitecaps dan Chicago Fire di Soldier Field, Chicago, sempat ditunda pada Kamis malam waktu setempat akibat buruknya kualitas udara. Namun, kecil kemungkinan skenario serupa terjadi pada partai Spanyol kontra Argentina, menurut sumber yang sama.


Peringatan Wali Kota New York Soal Udara Panas Berasap

Di tengah imbauan pejabat setempat agar warga membatasi aktivitas luar ruang, Wali Kota New York Zohran Mamdani menyampaikan peringatan. Udara berasap dan suhu yang meningkat dapat menyulitkan pernapasan, sementara aktivitas fisik berat dalam kondisi tersebut berisiko bagi kesehatan.

"Suhu panas saat ini mencapai tingkat yang berbahaya dan asap dari kebakaran hutan di Kanada telah memperburuk kualitas udara kita. Hal ini berarti warga New York harus ekstra waspada demi keselamatan," ujarnya.

"Prioritaskan untuk menjaga tubuh tetap sejuk dengan mencari tempat ber-AC di dalam ruangan dan batasi aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin. Pastikan tubuh tetap terhidrasi, perhatikan kondisi tetangga Anda, dan ikuti arahan dari Dinas Kesehatan. Kita akan melewati situasi ini seperti biasanya secara bersama-sama," lanjutnya.


Prakiraan National Weather Service Menjelang Malam Final

Menyambut akhir pekan final, peringatan cuaca tetap dikeluarkan otoritas setempat. National Weather Service (NWS) di New York mengunggah pembaruan mengenai proyeksi kepadatan asap.

"Asap masih bertahan, terutama di wilayah selatan, tapi intensitasnya diperkirakan akan berkurang dibandingkan kemarin di wilayah kita. Asap mungkin akan kembali menebal pada malam hari hingga Sabtu pagi," bunyi pernyataan National Weather Service New York.

Mengingat partai puncak baru dimainkan Minggu malam waktu setempat, masih ada jeda waktu bagi konsentrasi asap untuk menipis.

Setelah 102 pertandingan digelar, turnamen menyisakan laga final serta perebutan tempat ketiga antara Prancis dan Inggris.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya