Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, mengaku punya cara agar partainya bisa kembali bertengger di parlemen pada 2029 mendatang.
"Saya bercita-cita dan saya yakin sesungguhnya bisa kembali pada perolehan Pemilu tahun 2014. Ya, 2014 itu kita masih dapat suara, ya, kursi di DPR RI 39," ujarnya saat menghadiri Rapimnas I Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) di Kabupaten Tangerang, Jumat (17/7/2026).
Advertisement
Artinya, lanjut Mardiono, suara di daerah sebenarnya masih utuh. Dia mengaku PPP masih memiliki 8 juta suara di daerah.
Menurutnya, kegagalan pada Pemilu 2024 terjadi karena partainya tidak bisa menyelaraskan perolehan suara di daerah dengan perolehan suara di pusat. Saat itulah saksi di daerah tidak bisa adu data.
"Akhirnya kita kebocoran. Nah, sekarang dari pengalaman itu, kita menyiapkan big data. Big data yang kita mulai dari struktur maupun keanggotaan," katanya.
Big Data
Dalam verifikasi pemilu nanti, setiap partai juga akan dipersyaratkan memiliki KTA paling sedikit 1 per 1.000 dari jumlah penduduk. Mardiono mengatakan pihaknya akan mengetatkan pengawasan terhadap hal tersebut.
"Jadi, kita akan bekerja seiring kita kerja elektoral secara manual di lapangan, tetapi juga kita simpan dan kita menyiapkan semua big data untuk di IT. Nah, ini yang sedang kita lakukan sekarang," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan peran WPP dalam setiap gerak partai, termasuk pemenuhan keterwakilan 30 persen perempuan dalam partai.
"Kalau bisa lebih, bahkan bisa sampai 35 persen. Kami optimistis WPP bisa mengambil peran aktif dalam setiap langkah partai," katanya.