Drone Thermal Dikerahkan Pantau TPA Cipayung Depok Usai Kebakaran

KLH berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok terkait antisipasi potensi kebakaran pada TPA saat musim panas.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 17 Juli 2026, 16:36 WIB
Pantauan melalui udara kondisi sampah di TPA Cipayung, Depok. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah memantau langsung kondisi TPA Cipayung, Depok, Jawa Barat yang sempat kebakaran. KLH berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok terkait antisipasi potensi kebakaran pada TPA saat musim panas.

Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Ardyanto Nugroho mengatakan, KLH melalui Deputi Gakkum melakukan dan mengingatkan kepada seluruh Kepala Dinas LH provinsi, kabupaten, dan kota akan risiko terjadinya kebakaran TPA. Hal itu berkaca dari sejumlah lokasi TPA mengalami kebakaran seperti di Jatiwaringin dan TPA Cipayung.

"Kami dalam hal ini langsung menurunkan tim pengawas ke sini (TPA Cipayung) sejak tadi malam, beserta tim dari Direktorat Udara dan tim dari Direktorat Penanganan Sampah," ujar Ardy, Jumat (17/7/2026).

Ardy menjelaskan, untuk memastikan kondisi TPA Cipayung tidak ditemukan kembali titik api, KLH telah menerbangkan drone thermal untuk melakukan pemeriksaan. Hal itu untuk memastikan kembali kondisi TPA Cipayung telah aman dari potensi terjadinya kebakaran kembali.

“Tadi pagi kami menerbangkan drone termal untuk menganalisa apakah masih terdapat titik api atau tidak,” jelas Ardy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan drone thermal, tidak ditemukan adanya titik api permukaan. Meskipun begitu, KLH bersama Pemerintah Kota Depok melakukan antisipasi resiko permukaan bawah TPA Cipayung.

“Tapi ada risiko di bawah permukaan, ini yang harus kita mitigasi risikonya. Masih berdasarkan hasil analisa, masih terdapat (hawa panas) yang di bawah permukaan,” ujar Ardy.

KLH bersama Pemerintah Kota Depok akan melakukan pemantauan menggunakan drone termal. Nantinya drone thermal akan diterbangkan untuk melihat dan memeriksa secara langsung keseluruhan sampah di TPA Cipayung Depok.

“Setiap 3 jam kami akan terbangkan drone thermal kami untuk memantau titik api, terutama yang di bawah permukaan,” ucap Ardy.

Tidak hanya menggunakan drone thermal, pengawasan terhadap TPA Cipayung akan menggunakan stasiun pemantauan kualitas udara. Nantinya stasiun pemantau akan memberikan laporan terkait kualitas udara di TPA Cipayung.

“Nantinya untuk mengukur beberapa parameter, seperti misalnya PM2.5, PM10, dan partikel lainnya, dan zat yang lainnya. Ini setiap parameter memiliki baku mutu. Ketika dia melebihi baku mutu, itu ada risiko terhadap kesehatan masyarakat, itu kita pantau terus di situ,” kata Ardy.

Pantauan melalui udara kondisi sampah di TPA Cipayung, Depok. (Istimewa)

Kebakaran TPA Cipayung

Sebelumnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat kembali melakukan aktivitas pengelolaan sampah. TPA berdekatan dengan Kali Pesanggrahan itu sebelumnya kebakaran pada Kamis (16/7/2026) malam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan, DLHK Kota Depok masih melakukan investigasi penyebab kebakaran di TPA Cipayung. Pihak DLHK Kota Depok terus berkoordinasi dengan Damkar Kota Depok untuk mencegah kembali timbulnya titik api dari sampah.

"Untuk hasil investigasi sampai sekarang belum ada. Nanti kami konfirmasi dulu ya,” ujar Reni saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (17/7/2026).

Reni menjelaskan, TPA Cipayung kembali melakukan aktivitas pengelolaan sampah. Sejumlah kendaraan truk pengangkut sampah masih beroperasi mengangkut sampah dari sejumlah wilayah Kota Depok.

“Aktivitas kembali normal,” jelas Reni.

Saat disinggung terkait kendaraan truk pengangkut sampah terdampak, Reni mengakui ada kendaraan truk pembawa sampah terdampak. Namun truk sempat terdampak itu sudah kembali normal dan memiliki asuransi kendaraan.

“Ada terpapar tapi masih bisa dioperasionalkan, selain itu masih ada asuransi sehingga bisa dilakukan perbaikan,” ucap Reni.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya