Sekolah Rakyat Banyuwangi Punya Gedung Baru, Siswa Bersiap Pindah dalam Waktu Dekat

Sekolah Rakyat Banyuwangi segera beroperasi di gedung baru. Simak fasilitas, kesiapan pemindahan siswa, dan manfaatnya bagi kegiatan belajar.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 16 Juli 2026, 20:32 WIB
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk orang tua dan calon siswa, Selasa (14/7/2026). (Sumber: Humas Banyuwangi)

Liputan6.com, Banyuwangi - Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 ini, Sekolah Rakyat di Banyuwangi kembali menerima siswa baru sebanyak sembilan rombel, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. 

Mereka dijadwalkan segera menempati gedung baru di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, pada Agustus 2026 mendatang. Selama ini, siswa Sekolah Rakyat di Banyuwangi terbagi di dua lokasi yakni menempati Gedung Balai Diklat di Desa Licin dan Gedung BPVP di Muncar.  

Saat ini, pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektare tersebut telah mencapai progres 88 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli mendatang.

"Alhamdulillah progres pembangunan setiap gedung sudah mencapai 85-90 persen. Jika pembangunan sesuai target, insyaallah Agustus nanti gedung ini sudah bisa ditempati para siswa," kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk orang tua dan calon siswa, Selasa (14/7/2026).

Wujud Komitmen Presiden Prabowo Perluas Akses Pendidikan Gratis

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk orang tua dan calon siswa, Selasa (14/7/2026). (Sumber: Humas Banyuwangi)

Mujiono mengatakan, kehadiran gedung baru tersebut menjadi wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, namun juga berfokus pada pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan mereka.

"Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka," kata Wabup.

Alumni Sekolah Rakyat Mulai Kuliah hingga Bekerja di Toyota

Wabup bersyukur, anak-anak dari Sekolah Rakyat saat ini sudah lebih percaya diri, lebih semangat, dan optimis untuk meraih cita-citanya. Bahkan beberapa sudah ada yang lulus. Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan ada juga yang langsung bekerja di salah satu perusahaan ternama yakni Toyota.

Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi jenjang SD-SMP, Winarno menjelaskan bahwa mulai hari ini, dua Sekolah Rakyat rintisan di Banyuwangi melebur menjadi satu dengan nama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi

"Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi seluruh siswa SR di Banyuwangi yang sebelumnya berada di dua lokasi berbeda," jelasnya.

Saat ini, SRT 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar (rombel). SRT 46 Muncar terdiri atas empat rombel SD dan SMA, sementara SRT di Licin terdiri dari lima rombel jenjang SD, SMP, dan SMA.

Seluruh Siswa Akan Terpusat di Kompleks Sekolah Baru

Pada tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat juga menerima siswa baru sebanyak sembilan rombel, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. 

"Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru tersebut setelah pembangunan rampung dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan," jelas Winarno.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya