Proyek Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Warga Tanimbar Jadi Prioritas

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, Proyek Abadi Masela akan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 16 Juli 2026, 15:15 WIB
Seremoni dimulainya pembangunan proyek gas raksasa Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Liputan6.com, Tanimbar - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberi manfaat ekonomi yang besar, mulai dari peningkatan penerimaan negara hingga penciptaan lapangan kerja. Pemerintah juga memastikan masyarakat di sekitar proyek menjadi prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Bahlil menyebut, proyek tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan langsung bagi negara sekitar US$ 37,8 miliar. Selain itu, negara berpotensi memperoleh penerimaan pajak tidak langsung sekitar US$ 6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi.

“Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, baik dari penerimaan negara maupun penciptaan lapangan kerja,” kata Bahlil dalam groundbreaking Proyek Abadi Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi. Saat memasuki tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan berkisar 800 hingga 1.000 orang.

Menurut Bahlil, jumlah tersebut belum termasuk efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja. Ia memperkirakan setiap satu tenaga kerja langsung dapat menciptakan hingga tiga pekerjaan lainnya di sektor pendukung.

Pemerintah, kata dia, telah menyepakati skema rekrutmen yang memprioritaskan masyarakat di wilayah tier 1, yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Setelah kebutuhan tenaga kerja di wilayah tersebut terpenuhi, rekrutmen akan diperluas ke wilayah tier 2 sebelum membuka kesempatan bagi pekerja dari daerah lain.

“Kami ingin lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga profesional diisi lebih dulu oleh masyarakat tier 1 dan tier 2. Kalau sudah tidak mencukupi, baru kita ambil dari daerah lain atau luar negeri,” ujarnya.

 

Komitmen Pemerintah

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Indonesia. (Dok SKK Migas)

Bahlil menambahkan, pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia dari daerah melalui pendidikan vokasi migas. Sejumlah pemuda asal Kepulauan Tanimbar telah dikirim untuk menempuh pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu dan sebagian telah lulus dalam tiga hingga empat tahun terakhir.

Mereka, lanjut Bahlil, diprioritaskan untuk bekerja di Proyek Abadi Masela sebagai bagian dari komitmen pemerintah agar investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Jangan sampai masyarakat daerah merasa investasi masuk, tetapi mereka tidak menjadi prioritas. Itu yang kami tangkap dari aspirasi para tokoh adat saat prosesi penyambutan tadi,” kata Bahlil.

 

Ganti Untung

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat groundbreaking Proyek Abadi Masela, di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).(Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan masyarakat yang terdampak pembangunan Proyek Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar akan memperoleh ganti untung, bukan sekadar ganti rugi. Kebijakan itu disiapkan agar investasi berskala besar tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.

Bahlil mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, SKK Migas, dan Inpex sebelum memulai pembangunan proyek. Dalam pertemuan itu, pemerintah menegaskan hak-hak masyarakat tetap menjadi perhatian di tengah percepatan investasi.

“Tanah yang dipakai memang berada di kawasan hutan, tetapi masyarakat sudah mengelolanya secara turun-temurun. Karena itu saya mengambil kebijakan agar masyarakat diberikan ganti untung. Nanti akan kami laporkan dan meminta arahan Bapak Presiden,” kata Bahlil dalam groundbreaking Proyek Abadi Masela, di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, investasi tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Investasi itu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah tempat investasi berlangsung,” ujarnya.

 

Tahap Groundbreaking

Ilustrasi blok gas abadi Masela. (Dok inpex.com)

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyampaikan pembangunan Proyek Abadi Masela akhirnya memasuki tahap groundbreaking setelah bertahun-tahun tertunda akibat perdebatan mengenai lokasi pengembangan, apakah di darat atau lepas pantai.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kementerian terkait untuk mempercepat realisasi proyek-proyek migas yang telah mengantongi persetujuan pengembangan (Plan of Development/POD), tetapi belum juga berjalan.

Atas arahan tersebut, Kementerian ESDM memberikan surat peringatan kepada Inpex agar segera merealisasikan proyek. Langkah itu, kata Bahlil, berujung pada dimulainya pembangunan Proyek Abadi Masela.

“Proyek ini sudah tertunda sejak 1998. Hari ini, berkat arahan Presiden dan sinergi seluruh pihak, Proyek Abadi Masela berhasil mencapai tonggak penting,” kata Bahlil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya