Deretan Hoaks Sasar Natalius Pigai, Simak Faktanya

Menteri HAM Natalius Pigai beberapa kali menjadi sasaran hoaks, apa saja?

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 18 Juli 2026, 16:00 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai beberapa kali menjadi sasaran hoaks. (Foto: Nur Habibie/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri HAM Natalius Pigai tak luput dari sasaran hoaks. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks yang dikaitkan dengan Natalius Pigai? Berikut beberapa di antaranya:

1.  Cek Fakta: Hoaks Pigai Sebut Rakyat yang Tidak Bayar Pajak Sebagai Pelanggar HAM

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Menteri HAM Natalius Pigai menyebut rakyat yang tidak bayar pajak sebagai pelanggar HAM. Postingan itu beredar sejak awal bulan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 Juli 2026.

Dalam postingannya terdapat foto Pigai dengan narasi:

"Rakyat harus kerja keras untuk bisa bayar pajak, yang tidak bayar sama dengan melanggar HAM"

Akun itu menambahkan narasi:

"Bagaimana menurutmu Lurr ⁉️

Pigai : Tidak membayar Pajak , Melanggar Ham"

Lalu benarkah postingan Menteri HAM Natalius Pigai menyebut rakyat yang tidak bayar pajak sebagai pelanggar HAM? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Natalius Pigai Minta Masyarakat Belanja di Kopdes Rp 1 Juta Setiap Bulan

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Menteri HAM Natalius Pigai meminta masyarakat belanja Rp 1 juta per bulan di Koperasi Desa. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Juli 2026.

Dalam postingannya terdapat foto Pigai dengan narasi:

"Pigai: Masyarakat Desa diminta belanja Rp 1 juta/bulan di KOPDES agar omset Kopdes cepat meningkat"

Akun itu menambahkan narasi:

"Ternyata bukan cm Allah yang mengatur rezeki kita, pemerintah pun gak mau kalah"

Lalu benarkah postingan Menteri HAM Natalius Pigai meminta masyarakat belanja Rp 1 juta per bulan di Koperasi Desa? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya