6 Fakta Blok Masela yang Akan Diresmikan Prabowo Hari Ini

Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan groundbreaking Blok Masela. Simak 6 fakta proyek LNG raksasa yang digadang menjadi penopang energi Indonesia dan Asia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Juli 2026, 08:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Dok Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, Kamis (16/7/2026). Proyek gas alam cair (LNG) tersebut merupakan salah satu pengembangan migas terbesar yang pernah dilakukan Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan prosesi groundbreaking akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Menjelang dimulainya pembangunan proyek tersebut, terdapat sejumlah fakta menarik mengenai Blok Masela yang dikembangkan oleh INPEX bersama Pertamina dan Petronas. Simak 6 fakta Blok Masela yang dirangkum oleh Liputan6.com berikut ini:

1. Salah Satu Proyek LNG Terbesar di Asia

INPEX menyebut Proyek Abadi LNG di Blok Masela sebagai salah satu proyek LNG terbesar di kawasan Asia. Setelah beroperasi, proyek ini ditargetkan mampu memasok energi dalam jangka panjang bagi Indonesia maupun negara-negara Asia.

2. Produksi LNG Capai 9,5 Juta Ton per Tahun

Fasilitas LNG darat yang akan dibangun diproyeksikan menghasilkan sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun. Selain itu, proyek ini juga ditargetkan memproduksi kondensat hingga 35.000 barel per hari serta menyalurkan gas melalui pipa sebesar 150 juta kaki kubik per hari (MMscfd) untuk memenuhi kebutuhan domestik.

 

3. Ditemukan Lebih dari Dua Dekade Lalu

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Indonesia. (Dok SKK Migas)

Blok Masela memiliki perjalanan yang cukup panjang. INPEX memperoleh hak pengelolaan Blok Masela pada 1998 dan menemukan Lapangan Gas Abadi pada 2000.

Pemerintah Indonesia kemudian menyetujui rencana pengembangan (Plan of Development/POD) pada 2019.

Pada 2023, pemerintah kembali memberikan persetujuan terhadap revisi rencana pengembangan yang memasukkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS).

Sementara itu, tahap Front End Engineering and Design (FEED) resmi dimulai pada Agustus 2025 sebagai bagian dari persiapan menuju keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID).

4. Digarap Tiga Perusahaan Besar

Saat ini proyek dikembangkan oleh tiga perusahaan energi besar, yakni:

INPEX Masela Ltd sebagai operator dengan kepemilikan 65%.Pertamina dengan porsi 20%.Petronas asal Malaysia dengan kepemilikan 15%.

Pertamina dan Petronas resmi bergabung sebagai mitra proyek pada Oktober 2023.

 

5. Bakal Menggunakan Teknologi CCS Sejak Awal Produksi

Rencananya, blok ini akan dikelola dua perusahaan yakni Inpex dan Shell.

Salah satu keunggulan proyek ini adalah penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal produksi.

INPEX menyebut proyek ini diproyeksikan menjadi proyek LNG pertama yang mengoperasikan CCS bersamaan dengan dimulainya produksi. Teknologi tersebut akan digunakan untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida (CO₂) dari kegiatan produksi gas sehingga mendukung target pengurangan emisi.

Selain itu, biaya penerapan CCS dalam proyek ini juga direncanakan dapat memperoleh skema cost recovery sesuai kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) di Indonesia.

6. Pasok Energi untuk Indonesia hingga Asia

Selain memenuhi kebutuhan energi dalam negeri melalui pasokan gas pipa, LNG dari Blok Masela juga akan dipasarkan ke berbagai negara di Asia.

INPEX memperkirakan permintaan gas alam di kawasan Asia akan terus meningkat seiring transisi menuju energi yang lebih bersih. Karena itu, LNG dari Blok Masela ditargetkan memasok kebutuhan Indonesia, negara-negara Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Asia Selatan.

Dengan kapasitas produksi yang besar, penerapan teknologi rendah emisi, serta dukungan tiga perusahaan energi internasional, Blok Masela diharapkan menjadi salah satu proyek migas strategis yang memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus meningkatkan peran Indonesia sebagai pemasok LNG di kawasan Asia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya