Liputan6.com, Jakarta - Banyak musisi menganyam impian bergabung dengan perusahaan rekaman kelas dunia. Fariz Rizki alias Farizki memilih jalan berbeda. Meski pernah ditawari kerja sama dengan sejumlah perusahaan musik global, ia tetap melangkah di jalur independen. Berikut profil atau rekam jejak Farizki. Perjalanan Farizki di industri musik dimulai pada 2017.
Saat musisi lain mencari naungan label besar, ia mendirikan Musicpedia Records. Melalui label tersebut, Farizki mengelola proses produksi, distribusi, hingga pengembangan katalog musiknya. Mulanya, langkah itu dianggap berisiko. Jadi musisi independen berarti harus memikul aneka tanggung jawab dari proses kreatif, pemasaran, distribusi digital, memahami aspek hak cipta, dan lisensi.
Advertisement
Farizki percaya perkembangan teknologi mengubah aturan main industri musik. Di tengah perkembangan industri musik digital, ia melihat musisi kini punya kesempatan besar membangun karier secara mandiri tanpa harus kehilangan hak atas karya mereka.Kepercayaan itu terbukti. Berkat konsistensi dalam berkarya dan strategi distribusi digital yang dijalankan, karya-karya Farizki kini didengarkan jutaan kali oleh penikmat musik dari berbagai negara melalui platform streaming digital.
Atas pencapaian ini, Farizki bersyukur.“Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa musisi asal Indonesia mampu menembus pasar internasional tanpa harus selalu bergantung pada perusahaan rekaman besar,” kata Farizki dalam wawancara online bersama awak media, pada Minggu, 12 Juli 2026.
Dinamika Industri Musik
Farizki menilai industri musik saat ini tak lagi sama seperti satu dekade lalu. Popularitas tetap penting, namun pemahaman mengenai bisnis musik adalah faktor yang tak kalah menentukan.“Industri musik saat ini bukan lagi hanya tentang membuat lagu viral. Seorang musisi juga perlu memahami distribusi digital, hak cipta, lisensi, hingga bagaimana membangun katalog yang dapat terus memberi nilai dalam jangka panjang,” ujar Farizki.
Menurutnya, masih banyak musisi yang hanya berfokus pada proses menciptakan lagu tanpa memahami bagaimana karya tersebut dapat menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.“Padahal, melalui pengelolaan hak cipta, royalti, lisensi, hingga distribusi digital yang tepat, sebuah lagu dapat terus memberi nilai ekonomi bahkan bertahun-tahun setelah dirilis,” urainya.
Akan Hadirkan Karya Baru
Selain berkarya, Farizki aktif membangun komunikasi dengan pendengar melalui akun Instagram @farizrzk, TikTok @farizrzk, serta kanal YouTube @farizrzk. Hadir di berbagai platform digital menjadi bagian strateginya dalam memperluas jangkauan audiens.
Ke depan, Farizki akan terus menghadirkan karya-karya baru yang menyasar pendengar global. Bersamaan dengan itu, ia ingin memperkuat posisi Musicpedia Records sebagai salah satu label independen Indonesia yang memiliki orientasi internasional.