Kerangka di Kebun Jati Sukabumi Diduga Ibu Empat Anak

Rambut dan bekas behel jadi petunjuk penting.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 15 Juli 2026, 20:46 WIB
Penemuan mayat jadi kerangka di Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Liputan6.com, Jakarta - Misteri penemuan mayat yang telah menjadi kerangka di area perkebunan jati milik PT IBP di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, mulai menemui titik terang. Pasalnya, ada pihak yang meyakini bahwa kerangka tersebut adalah Maryani alias Yani (33), seorang ibu beranak empat yang sempat dilaporkan hilang kontak sejak akhir Juni lalu.

Keyakinan tersebut diungkapkan langsung oleh Nuryamah. Menurutnya, meskipun kondisi jenazah saat ditemukan sudah tidak bisa dikenali secara utuh, sejumlah ciri fisik dan pakaian yang melekat pada kerangka tersebut sangat identik dengan sang adik kandungnya.

"Dari bajunya, dari rambutnya mungkin tadi pak polisi bilang ada rambutnya disambung. Terus giginya yang pakai itu bekas pakai behel," ujar Nuryamah saat menunggu hasil visum forensik di RS Bhayangkara Setukpa, Rabu (15/7/2026).

Nuryamah menceritakan bahwa pihak keluarga sempat kehilangan komunikasi dengan Yani sejak beberapa pekan sebelum penemuan kerangka tersebut terjadi. Kontak terakhir dengan korban diketahui terjadi pada akhir bulan lalu.

"Dari tanggal 29 Juni udah hilang kontak," ungkap Nuryamah menceritakan awal mula hilangnya sang adik.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga sebelum kehilangan kontak, Yani sempat mengabarkan posisinya kepada anak-anaknya. Saat itu, korban mengaku sedang berada di tempat tinggal salah seorang rekannya.

"Dia katanya bicara sama anaknya lagi sama temannya, di rumah temannya nginep," jelas Nuryamah.

Yani sendiri diketahui baru saja menetap di wilayah Sagaranten selama satu bulan terakhir dengan menyewa sebuah kamar kos.

Pihak keluarga mengenal sosok Yani sebagai pribadi yang cukup tertutup dan jarang menceritakan masalah pribadi atau keluh kesah yang sedang dihadapinya kepada keluarga besar.

 

Awalnya Tidak Percaya

Nuryamah yakini kerangka di Sukabumi adalah adiknya. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Saat pertama kali kabar penemuan mayat misterius itu beredar luas di media sosial, Nuryamah mengaku sempat tidak percaya.

Namun, setelah mendapatkan penjelasan mengenai detail ciri-ciri dari pihak kepolisian, ia mulai menyadari bahwa kerangka tersebut adalah adiknya, walau pihak keluarga masih menanti kepastian medis secara hukum.

"Begitu polisi bilang ada ciri-cirinya, ya saya berpikir itu adik saya, tapi ya belum keluar tes DNA, saya juga masih ragu, ya," tuturnya.

Dugaan kepergian Yani meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keempat anaknya yang masih kecil, di mana anak pertamanya baru menginjak usia 8 tahun.

Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Sagaranten digegerkan oleh penemuan sesosok mayat yang kondisinya sudah menjadi kerangka di area perkebunan pohon jati milik PT IBP, Senin (13/7/2026).

Saat pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memperbaiki jalan, jenazah tersebut berada dalam kondisi mengenaskan tanpa dokumen identitas, dengan bagian wajah hingga paha yang sudah rusak parah.

Pihak Polsek Sagaranten bersama Unit Reskrim langsung mengevakuasi kerangka ke RSUD Sagaranten dan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir di balik kejadian ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya