Setoran ke Kas Negara Naik 15 Kali Lipat Usai JCC Dikelola Pemerintah

Peningkatan ini terjadi setelah aset tersebut dikelola Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK).

oleh SupriatinDiterbitkan 15 Juli 2026, 16:21 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan mengenai kenaikan harga plastik di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan setoran hasil pengelolaan Jakarta Convention Center (JCC) ke kas negara meningkat hampir 15 kali lipat. Peningkatan ini terjadi setelah aset tersebut dikelola Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK).

"Setelah pengelolaannya kita tangani sendiri, sebenarnya kita juga belum puas, tapi alhamdulillah kita sudah membukukan pendapatan dari hanya JCC saja itu di angka Rp 150 miliar satu tahun. Jadi, ada kenaikan hampir 15 kali lipat," ujar Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi XIII DPR, Rabu (15/7/2026).

Menurut Prasetyo, saat masih dikelola pihak swasta, setoran JCC ke negara berkisar Rp 10 miliar hingga Rp 12 miliar per tahun. Sebelum pengelolaannya dialihkan kepada PPK GBK pada 2024, JCC dikelola oleh PT Graha Sidang Pratama di bawah manajemen Singgasana Hotels & Resorts.

PNBP Ikut Naik

Prasetyo mengatakan peningkatan pengelolaan aset tersebut turut berdampak pada kenaikan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Kementerian Sekretariat Negara.

Dia menjelaskan realisasi PNBP Kementerian Sekretariat Negara pada 2025 mencapai Rp 1,06 triliun atau 144,38 persen dari target sebesar Rp 736,07 miliar.

Pada tahun yang sama, Badan Layanan Umum (BLU) PPK GBK menyetor PNBP sebesar Rp 103,78 miliar ke kas negara, sedangkan BLU PPK Kemayoran menyetor Rp 34,99 miliar.

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi XIII DPR RI mengapresiasi capaian realisasi PNBP Kementerian Sekretariat Negara tahun 2025.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya